WHO Bentuk Komite Bahas Penentuan Status Darurat Kesehatan Global

Anton Suhartono ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 07:23:00 WIB
WHO Bentuk Komite Bahas Penentuan Status Darurat Kesehatan Global
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membentuk komite khusus yang akan mempelajari perubahan standar dalam menentukan kondisi darurat kesehatan internasional. Langkah ini diambil setelah badan PBB itu mendapat kritikan soal respons terhadap pandemi Covid-19.

WHO mengumumkan kondisi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) terkait serangan virus corona pada 30 Januari 2020. Saat itu virus corona menginfeksi kurang dari 100 orang di luar China serta belum ada korban meninggal di negara lain.

Namun di bawah Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) yang berlaku saat ini, tidak ada standar peringatan yang lebih rendah atau menengah di bawah PHEIC, baik di tingkat global maupun regional.

Pakar WHO bertemu pada 22 dan 23 Januari, namun saat itu tidak menyimpulkan bahwa kondisi wabah virus corona sudah cukup layak untuk dikategorikan siaga tinggi PHEIC.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi "tes asam" bagi negara-negara dan IHR.

Dia mengatakan, komite akan meninjau peraturan global yang ada saat ini untuk menentukan apakah perlu dilakukan perubahan.

Sebelum pandemi virus corona, lanjut dia, keadaan darurat yang diberlakukan, seperti wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, telah mengungkap kekurangan di IHR.

"Keadaan darurat seperti itu menunjukkan bahwa beberapa elemen IHR mungkin perlu ditinjau, termasuk sifat biner dari mekanisme (peringatan)," kata Tedros, seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/8/2020).

Beberapa negara juga menyerukan perubahan sistem peringatan, seperti melalui tiga level atau di tingkat regional.

Tedros berharap komite bisa mempresentasikan laporan kepada Majelis Kesehatan Dunia selaku badan pembuat keputusan di WHO pada November mendatang dan laporan lengkapnya pada Mei 2021.

"WHO berkomitmen untuk mengakhiri pandemi dan bekerja dengan semua negara untuk belajar darinya serta untuk memastikan bersama-sama kita membangun dunia yang lebih sehat, aman, adil, seperti yang kita inginkan," katanya.

Editor : Anton Suhartono