Adab Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha, Begini Kesunahannya

Kastolani ยท Rabu, 22 Agustus 2018 - 02:47 WIB
Adab Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha, Begini Kesunahannya

Umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Sebagian besar umat Islam di Indonesia akan melaksanakan salat Idul Adha (salat id) Rabu (22/8/2018) pagi ini.

Sebagai ibadah tahunan, maka hendaknya dilaksanakan dengan sempurna mungkin dan menjalankan semua amalan-amalan sunah pada hari tersebut untuk mengharap pahala dari Allah SWT. Berikut kesunahan yang dianjurkan oleh para ulama seperti dikuti dari laman nu.or.id.

Pertama, mengumandangkan takbir di masjid-masjid, musala dan rumah-rumah pada malam hari raya, dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada Hari Raya Adha dan sampai hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq. Karena pada malam tersebut kita dianjurkan untuk mengagungkan, memuliakan dan menghidupkannnya.

Kedua, mandi untuk salat Id sebelum berangkat ke masjid. Hal ini boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh, dikarenakan tujuan dari mandi adalah membersihkan anggotan badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar.

Kesunahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun perempuan, baik yang akan akan berangkat melaksanakan shalat Id maupun bagi perempuan yang sedang uzur syar’i sehingga tidak bisa melaksanakan salat id.

Ketiga, disunahkan memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak, untuk memperoleh keutamaan hari raya tersebut. 

Keempat, memakai pakai yang paling baik lagi bersih dan suci jika memiliknya. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang paling utama adalah memakai pakaian yang putih dan memakai serban.

Berkaitan dengan memakai pakaian putih, ini diperuntukkan bagi kaum laki-laki yang hendak mengikuti jamaah salat id maupun yang tidak mengikutinya.

Sedangkan untuk kaum perempuan, maka cukuplah memakai pakaian yang sederhana atau pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari, karena berdandan dan berpakaian secara berlebihan hukumnya makruh, begitu juga menggunakan wangi-wangian secara berlebihan. 

Kelima, ketika hendak ke masjid ataupun tempat salat id hendaklah berjalan kaki karena hal itu lebih utama. Sedangkan untuk para orang tua yang berumur dibolehkan berangkat menggunakan kendaraanSelain itu dianjurkan juga berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan, sembari menunggu salat id dilaksanakan.

Keenam, disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan salat id, berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan salat Id. Pada masa Nabi SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji, karena makanan pokok orang arab adalah kurma.


Editor : Kastolani Marzuki