Awas, Anies Baswedan Ikut Langsung Razia SIKM di Tol Karawang Timur

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 20:44:00 WIB
Awas, Anies Baswedan Ikut Langsung Razia SIKM di Tol Karawang Timur
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek langsung pemantauan SIKM di check point Tol Karawang Timur Km 47, Rabu (27/5/2020). (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun langsung mengecek implementasi Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020. Pergub ini antara lain mengatur kewajiban Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Anies memantau arus masuk kendaraan di check point Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Karawang Timur Km 47, Rabu (27/5/2020). Anies tampak memperhatikan para petugas dinas perhubungan dan satpol PP yang mengecek kelengkapan SIKM bagi pengendara di jalur tersebut.

Anies menuturkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, Pemprov DKI Jakarta melakukan kebijakan pengetatan keluar masuk orang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta. Pergub DKI 47/2020 mengatur SIKM hanya akan diberikan untuk perjalanan kedinasan dan 11 sektor yang mendapat pengecualian selama PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek langsung pemantauan SIKM di check point Tol Karawang Timur Km 47, Rabu (27/5/2020). (Foto: Instagram).

“Bila tidak memiliki SIKM maka tunda dulu keberangkatan ke Jakarta. Daripada memaksakan berangkat dan akan diperintahkan diputar balik ke daerah asal,” kata Anies melalui akun Instagram, Rabu malam.

Menurut dia, bagi yang harus putar balik mungkin merasa tidak nyaman, tapi lebih tidak nyaman lagi bagi jutaan warga Jakarta. Bila orang keluar masuk Jakarta dibiarkan, itu artinya masyarakat tidak menghargai kerja keras jutaan orang yang telah berada di rumah selama dua bulan PSBB.

Anies menegaskan, cara untuk menghargai kerja keras mereka adalah dengan melindungi wilayah Jakarta dari keluar masuk masyarakat.

“Yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak sebenarnya bukan saya, bukan pemerintah, bukan para ahli. Yang menentukan adalah perilaku masyarakat di wilayah PSBB,” ucapnya.

Bila seluruh masyarakat di wilayah PSBB memilih untuk taat, kata dia, kebijakan tersebut bisa segera berakhir. Bila sebaliknya, terpaksa PSBB diperpanjang.

Editor : Zen Teguh