Beredar Kabar Penyekatan Jalan Keluar Masuk Jakarta, Polisi: Belum Ada Surat Perintah

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 29 Maret 2020 - 18:52 WIB
Beredar Kabar Penyekatan Jalan Keluar Masuk Jakarta, Polisi: Belum Ada Surat Perintah

Ilustrasi lalu lintas. (Foto: Dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya membantah kabar penyekatan 14 titik ruas jalan di Jakarta Selatan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona melalui karantina wilayah. Hal itu disampaikannya setelah ditanya terkait beredarnya pesan gambar di media sosial yang menyebut akan ada penyekatan sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan.

"Belum ada penutupan-penutupan atau pengalihan," Kasat Lantas Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2020).

Berdasarkan informasi berupa dokumen berjudul 'Data Lokasi Penyekatan KLB Covid-19', diketahui ada 14 titik ruas jalan yang akan disekat, yaitu di jalan depan Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Jakarta di Pondok Labu. Serta di pintu masuk Tol Fatmawati.

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi masyarakat yang hendak melintas di ruas jalan tersebut.

Sri mengungkapkan, dokumen penyekatan jalan itu merupakan skema penutupan yang direncanakan pihak kepolisian jika pemerintah menerapkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah.

Proses penyekatan jalan nantinya masih menunggu keputusan pemerintah dan akan diinformasikan lebih lanjut kepada masyarakat. Dia mengatakan penerapan skema itu membutuhkan surat perintah tugas.

"Semua pelaksanaan pasti ada sprint (surat perintah tugas). Sampai saat ini belum ada," ucap Sri.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan saat ini Pemprov DKI belum memerintahkan untuk melakukan karantina wilayah.

Pemerintah hanya mengimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak.

Kendati demikian, polisi telah menyiapkan skema penutupan ruas jalan dan rekayasa lalu lintas di Jakarta jika pemerintah mengimbau untuk lockdown.

Skema penutupan dan rekayasa arus lalu lintas bertujuan untuk mengetahui situasi keramaian lalu lintas di masing-masing wilayah hukum Polda Metro Jaya sehingga memudahkan untuk mengerahkan personel pengamanan.

"Sekarang situasi jakarta masih social distancing, physical distancing, tidak ada karantina wilayah atau lock down. Tapi, kita harus tetap latihan. Apapun yang terjadi kita sudah latihan," kata Yusri saat dikonfirmasi.

Editor : Rizal Bomantama