Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Oknum TNI AL Aniaya 2 Warga di Depok, Polisi: Korban Diduga Transaksi Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

Dikira Begal, Pria Asal Aceh Dikeroyok hingga Tewas di Tangsel

Sabtu, 09 Mei 2020 - 22:40:00 WIB
Dikira Begal, Pria Asal Aceh Dikeroyok hingga Tewas di Tangsel
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nahas dialami Muhammad Basri, warga Aceh Timur. Niat hendak membeli rokok, malah diteriaki begal, hingga akhirnya dikeroyok massa dan meninggal.

Aksi main hakim sendiri ini terjadi di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Raya Wana Kencana, sektor 12,4, Ciater, dini hari. Saat ini, jenazah sudah dibawa ke Aceh. Korban meninggalkan istri dan anak berusia 8 tahun.

Kapolsek Serpong AKP Supriyanto mengatakan kasus tersebut masih diproses.

"Masih kita proses," kata Supriyanto singkat saat dikonfirmasi terkait aksi main hakim sendiri dan salah sasaran hingga menyebabkan orang meninggal, Sabtu (9/5/2020).

Sementara itu, Ketua Aliansi Pemuda Aceh Jakarta Nazarullah protes dengan kejadian itu. Pihaknya, kata dia, meminta semua pelaku pengeroyokan ditangkap dan Polsek Serpong mengklarifikasi pernyataannya.

"Jadi begini, saudara kami ini dari Aceh dan bekerja di salah satu kargo sebagai sopir kargo di daerah Ciater. Jadi dia itu kebetulan mau beli rokok di minimarket," ucapnya.

Tempat kerja korban dengan lokasi juga tidak jauh, hanya beberapa meter saja. Makanya, saat kejadian, korban hanya membawa uang tunai untuk membeli rokok dengan berjalan kaki. Tetapi ada oknum yang meneriakinya.

"Saat dalam perjalanan ke minimarket itu, ada yang meneriaki dia maling, begal. Kalau dia memang begal, pasti membawa sajam untuk melukai orang. Tetapi dia hanya jalan dan tidak bawa apa-apa selain uang," katanya.

Akibat teriakan itu, warga langsung memukul dan mengeroyoknya. Bahkan, dengan tega mengikat dan menyiksanya hingga akhirnya korban menghembuskan napas terakhir.

"Dia dikeroyok sampai kepala, celana keluar darah. Enggak bisa bicara lagi, karena ada teriakan maling-maling. Akhirnya massa kian bertambah brutal sampai korban diseret. Kita akan advokasi kasus ini," ucapnya.

Dia berharap, semua pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan itu ditangkap dan polisi memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar bahwa korban pelaku begal.

"Perlakuan biadap ini harus diproses sampai tuntas. Kami dari Aliansi Pemuda Aceh Jakarta dan Persatuan Aceh Serantau (PAS) siap mengawal proses hukum kasus ini. Kami juga sudah siapkan pengacara," katanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut