Eks Wali Kota Mengaku Dipecat via WA, Sandi: Dia Itu Kesayangan Anies
“Zaman now, kalau sesuai ketentuan dan prosedur, dijalankan sesuai dengan apa yang sudah digariskan melalui sitem personalia yang ada di DKI, sistem pembangunan human capital, secara baku, dilakukan sesuai ketentuan. Kami jelaskan, Pak Anies dan saya enggak ada melihat ini personal atau emosional. Ini sudah diumumkan jauh-jauh hari,” ujarnya.
Gubernur Anies Baswedan pada Kamis 5 Juli 2018 merombak posisi jabatan wali kota dan bupati di DKI Jakarta. Wali kota Jakarta Pusat yang sebelumnya dijabat Mangara Pardede kini digantikan Bayu Meghantara. Jabatan wali kota Jakarta Timur yang sebelumnya diduduki Bambang Musyawardana sekarang diisi oleh M Anwar.
Anies juga menunjuk Marullah sebagai wali kota Jakarta Selatan untuk menggantikan Tri Kurniadi, dan Rustam Effendi sebagai wali kota Jakarta Barat menggantikan Anas Effendi. Selain itu, Syamsudin Lologau dipercaya menjadi wali kota Jakarta Utara menggantikan Husein Murad. Sementara, Husein Murad kini menjabat bupati Kepulauan Seribu.
Kemarin, Bambang Musyawardana mengaku diberhentikan Anies hanya melalui pesan tertulis di WA. Dia pun memastikan sampai sekarang belum menerima salinan keputusan gubernur DKI terkait pencopotannya dari jabatan wali kota Jakarta Timur.
“Saya enggak masalah dicopot jabatan, gak masalah. Yang saya masalahkan, selama ini saya belum terima surat keputusan gubernur yang asli. Saya hanya di WA dipensiunkan. Pensiun per tanggal berapa, enggak tahu. Posisi sekarang dimana, juga gak tahu,” kata Bambang saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (16/7/2018).
Menurut Bambang, dia memang akan pensiun pada 1 Oktober 2018. Akan tetapi, yang membuatnya heran, gubernur belum mengeluarkan surat keputusan perihal kapan dia bakal memasuki purnatugas. “Belum (ada surat dari gubernur), terus saya bagaimana? Kan serbasusah. Saya kerja enggak diakui, karena sudah dipensiunkan gubernur,” ujarnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil