Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Mendag soal Beras Premium Langka di Ritel Modern, Minta Bulog Tambah Pasokan 
Advertisement . Scroll to see content

Harga Kedelai Tembus di Atas Rp13.000 per Kg, Pemerintah Buka Peluang Subsidi Perajin Tahu-Tempe

Selasa, 06 Oktober 2026 - 12:56:00 WIB
Harga Kedelai Tembus di Atas Rp13.000 per Kg, Pemerintah Buka Peluang Subsidi Perajin Tahu-Tempe
Menteri Perdagangan Budi Santoso (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

"Harga kedelai sekarang saya cek di kisaran Rp13.200-an dari sebelumnya Rp12.000 per kilogram, dan tadi kami sudah berkomunikasi dengan Kemenko Pangan agar secepatnya diadakan rapat koordinasi," ujar Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Lonjakan harga komoditas ini tidak terlepas dari tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan luar negeri. Data neraca pangan Bapanas menunjukkan kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun, dengan lebih dari 90 persen di antaranya harus dipenuhi lewat impor. 

Akibatnya, harga komoditas di dalam negeri sangat rentan terpapar eskalasi konflik geopolitik global, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga lonjakan harga minyak dunia yang mengerek ongkos logistik perkapalan internasional.

Budi menekankan, pemerintah mengkaji pengulangan skema bantuan selisih harga komoditas impor yang pernah diterapkan pada periode sebelumnya guna menekan dampak rembetan gejolak geopolitik dunia. Skema intervensi lanjutan tersebut kini tinggal menunggu keputusan final dari tingkat pimpinan kabinet.

"Dulu kan pernah diberikan subsidi, nanti kita tunggu arahan pimpinan apakah subsidi atau bentuk intervensi lain di tengah kondisi perang global dan kenaikan harga minyak, karena yang terpenting kita harus meringankan pengrajin tempe agar harga tetap murah dan terjangkau," kata Budi.

Selain opsi subsidi harga, pemerintah terus memantau ketersediaan stok fisik kedelai melalui penguatan Cadangan Kedelai Pemerintah (CKP) yang dikelola Perum Bulog.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut