Kemensos Sebut Kasus NF Pembunuh Anak 5 Tahun Segera Disidang

Felldy Utama ยท Minggu, 17 Mei 2020 - 00:16:00 WIB
Kemensos Sebut Kasus NF Pembunuh Anak 5 Tahun Segera Disidang
Rumah pelaku pembunuhan anak lima tahun di Sawah Besar, Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) terus memberikan pendampingan terhadap NF, remaja pembunuh anak 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kondisi NF berangsur membaik selama berada di Balai Anak Kemensos.

Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat mengatakan, kasus yang menjerat NF sudah dinyatakan lengkap alias P21. Bahkan tidak lama lagi NF akan menjalani sidang.

"Anak (NF) sebagai pelaku sudah P21 juga," ucapnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (16/5/2020).

Harry mengungkapkan, penempatan NF di Balai Anak Kemensos bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi NF. Sebelumnya, NF ditempatkan di rumah tahan khusus wanita.

"Kejiwaan NF sudah membaik dan sudah ceria. Bahkan dia mulai banyak bercerita," katanya.

Kondisi psikologi yang semakin membaik itu, menurut Harry, membuktikan NF bukan seorang psikopat karena melakukan pembunuhan sadis kepada seorang bocah dan teriinspirasi dari film kekerasan Slenderman.

"Nyatanya NF menjadi korban kejahatan dan bukan psikopat dia adalah korban dari lingkungan yang tidak baik untuk tumbuh kembangnya," ujarnya.

Sebelumnya, Harry menuturkan, polisi telah menetapkan 3 pelaku pemerkosaan sebagai tersangka. Bahkan, dia mengaku, berkas salah satu tersangka sudah dinyatakan lengkap alias P21.

"Anak itu diperkosa oleh tiga orang, pelakunya sudah tersangka. Salah satunya sudah P21. Ini dua lagi sedang kelengkapan berkas saja dari pihak kepolisian," katanya.

Harry menyebutkan, ketiga pelaku pemerkosaan terhadap NF yaitu 2 paman dan kekasihnya. Pemerkosaan terjadi sebanyak 3 kali dan dilakukan sebelum NF melakukan pembunuhan kepada anak berusia 5 tahun.

"Enggak bersamaan (ketiga pelaku pemerkosaan), tapi kejadiannya semua dipastikan sebelum kejadian pembunuhan terjadi. Jadi waktu kejadian pembunuhan terjadi anak itu sudah dalam keadaan hamil," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad