Masjid Sunda Kelapa Tak Terapkan Ganjil Genap Nomor Ponsel saat Salat Jumat

Antara ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 11:27 WIB
Masjid Sunda Kelapa Tak Terapkan Ganjil Genap Nomor Ponsel saat Salat Jumat

Ilustrasi Salat Jumat. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menganjurkan penerapan ganjil genap saat salat Jumat. Penerapan itu merujuk nomor ponsel ganjil dan genap jemaah.

Kepala Bidang Umum dan Operasional Masjid Agung Sunda Kelapa Laode mengatakan, pihaknya tidak menerapkan aturan tersebut. "Kan poin yang dianjurkan itu ada beberapa. Kalau yang masjid lahannya luas itu enggak masalah, tidak perlu membagi gelombang (dengan ganjil genap)," katanya saat dihubungi, Jumat (19/6/2020).

Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Laode mengungkapkan, hanya akan dilakukan satu kali dan tidak terbagi menjadi dua gelombang. Alasannya, kapasitas masjid sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan, mulai dari pemberian jarak antarumat hingga pengecekan suhu tubuh.

Laode mengatakan, Masjid Sunda Kelapa mampu menampung banyak orang dalam satu kali salat Jumat karena memaksimalkan penggunaan ruang yang ada. Dalam kondisi normal, Masjid Sunda Kelapa menggunakan 3 ruangan.

"Ruangannya itu hanya aula, ruang ibadah utama, sama serambi. Kalau sekarang seluruh area masjid digunakan, dengan halamannya, lapangan bola, pelataran semua dipakai," ujarnya.

Untuk jemaah yang akan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Laode mengingatkan, agar menaati protokol kesehatan seperti membawa sajadah sendiri, membawa tas untuk alas kaki, hingga melakukan wudhu dari rumah. "Dipastikan protokol kesehatan yang ada tetap berjalan," ucapnya.

Pada Selasa, 16 Juni 2020 DMI Pusat menerbitkan surat edaran mengenai pelaksanaan salat Jumat bergelombang berdasarkan nomor ponsel dan diadakan dalam 2 gelombang, yaitu pukul 12.00 WIB dan 13.00 WIB.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan jemaah yang beribadah di masjid dan ibadah dapat tetap berjalan dengan aman mengikuti protokol kesehatan di masa transisi menuju normal baru di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

Editor : Djibril Muhammad