Pakar Komunikasi Berbagi Ilmu Kampanye Pilkada lewat Medsos saat Pandemi Covid-19
JAKARTA, iNews.id – Pilkada 2020 di 270 daerah digelar dalam kondisi pandemi Covid-19. Penyelanggara harus membuat penyesuaian, termasuk dalam tahapan kampanye demi menghindari kerumunan orang. Media sosial (medsos) pun menjadi alat yang efektif dan aman untuk kampanye.
Namun kampanye melalui media sosial tak mudah. Pakar komunikasi politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto memberikan tips dan ilmu dalam melakukan kampanye pilkada di tengah keterbatasan ini.
“Kampanye merupakan tahapan penting untuk memberi masukan, tingkat kepercayaan publik kepada kandidat, sekaligus uji publik kepada visi misi dan gagasan. Kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang dibatasi waktunya, pun demikian di UU Pilkada dan Peraturan KPU,” kata Gun Gun, dalam diskusi online Fokus SINDO bertajuk “Kampanye di Masa Pandemi” di Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Gun Gun melanjutkan, kampanye yang hanya berlangsung 71 hari harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh seluruh pasangan calon (paslon), bukan soal pencitraan semata tapi subatansi yang disampaikan agar kampanye tetap berkualitas.
“Korsel (Korea Selatan) dengan tegas melarang kerumunan dan tidak ada kampanye yang sifatnya rapat umum yang tidak terkontrol, serta penyampaian visi misi secara daring. Singapura, dipanjangnya waktu penyampaian visi misi di televisi atau media konvensional. Penyelenggaraan pemilu di perspektif pandemi sudah sukses dilakukan di Korsel dan Singapura,” tuturnya.