Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Kajian BEM Fakultas Psikologi terkait LGBT, UI: Bukan Sikap Resmi Kampus
Advertisement . Scroll to see content

Pakar Komunikasi Berbagi Ilmu Kampanye Pilkada lewat Medsos saat Pandemi Covid-19

Kamis, 23 Juli 2020 - 05:49:00 WIB
Pakar Komunikasi Berbagi Ilmu Kampanye Pilkada lewat Medsos saat Pandemi Covid-19
Media sosial akan dimanfaatkan banyak paslon dalam pilkada di masa pandemi (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Model kampanye di medsos atau daring membutuhkan kreativitas dan tidak konvensional. Kampanye di medsos harus interaktif, jauh berbeda dengan kampanye konvensional yang lebih retorika dan linier atau searah. Sebaliknya, di medsos tidak interaktif dan berjarak. Apa yang disampaikan hanya untuk segmen tertentu sehingga paslon bisa saja kehilangan ceruk pemilih.

“Contoh kampanye milenial, harus menyentuh ego involvement. Anak muda punya semacam keinginan apa itu, harus dibaca berdasarkan basis riset. Model Lionel Ostegaard yang paling cocok, hal yang dilakukan pertama kali adalah problem identification,” ujar Gun Gun.

Dia mencontohkan Depok yang memiliki beberapa masalah sebagai kota penyangga Jakarta, seperti demografi, disparitas, dan kota permukiman. Paslon perlu membawa narasi sederhana untuk memberikan solusi soal Depok yang bisa cepat dipahami oleh masyarakat luas, khususnya di medsos.

Apalagi, pengguna medsos di Depok tinggi. Kaum urban umumnya kalangan kelas menengah dan terkoneksi dengan medsos. Dengan demikian, medsos bisa dioptimalkan secara aktif, inovatif, dan terikat secara emosional.

Kemudian, lanjut Gun Gun, jargon kampanye tetap ada hanya saja berbeda kemasannya. Kampanye di medsos bisa dilakukan kapan saja dan lebih cair sehingga bisa dioptimalkan paslon untuk membangun konstruksi citra.

Gun Gun menambahkan, penyampaian pesan lewat medsos juga bergantung pada karakter platform karena masing-masing punya ciri. Pesan yang disampaikan pun harus bisa membuat keterikatan politis atau engagement antara paslon dan masyarakat.

“Orang bisa dirangkul kalau si pemberi pesan memahami platform medsos dan pesan yang akan disampaikan. Pernyataan atau pesan yang disampaikan koheren, konsisten, dengan pernyataan satu dengan lainnya,” tuturnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut