Perkosa Gadis ABG Bergiliran, 8 Pelaku Susun Rencana Cekoki Korban Pil Eximer

hambali ยท Senin, 13 Juli 2020 - 22:22 WIB
Perkosa Gadis ABG Bergiliran, 8 Pelaku Susun Rencana Cekoki Korban Pil Eximer

Polres Tangerang Selatan memberikan keterangan pers terkait penangkapan terhadap 8 pemerkosa gadis berusia 16 tahun (ABG), Senin (13/7/2020). (Foto: Hambali/ Okezone).

TANGSEL, iNews.id - Polisi menangkap 8 pemerkosa gadis berusia 16 tahun (ABG). Para pelaku, yaitu Fikri Fadilah alias Cedem (19) yang berstatus sebagai pacar korban, Sudirman (25), Denis Andrian (27), Ahmad Nur (23), Diki Putra (20), Saepullah (31), Muhamad Widori (27) dan RR (16).

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Iman Setiawan mengatakan, dari keterangan pelaku terungkap telah menyusun rencana untuk mencekoki korban dengan pil eximer lalu menggilirnya.

"Korban berkenalan di media sosial Facebook, kemudian berkenalan dengan instens," ujar Iman di Mapolres Tangsel, Senin (13/7/2020).

Dia menuturkan, kronologi perkenalan antara korban dengan pelaku Fikri Fadilah berlangsung pada awal April 2020 di media sosial. Keduanya, menjalin hubungan asmara meski belum sempat bertemu.

Pada 9 April 2020 malam, pelaku Fikri mengajak bertemu di dekat WTC Serpong, tidak jauh dari rumah korban di Kampung Priyang, Pondok Jagung, Serpong Utara. Setelah pertemuan, Fikri membawa kekasihnya itu ke rumah pelaku Sudirman, di Desa Cihuni, Kabupaten Tangerang.

"Tersangka F menjemput korban dan membawa ke rumah tersangka S. Ternyata di sana sudah ada beberapa teman F. Di sana terjadi interaksi, kemudian korban diberikan minuman yang dicampur obat-obatan hingga menimbulkan efek halusinasi," ucapnya.

Setelah melewati tengah malam, Fikri menunggu reaksi dari 3 butir pil eximer yang dicampurkan ke minuman korban. Saat OR mabuk, para pelaku memerkosa diawali oleh Fikri, disusul pelaku lainnya hingga berjumlah 8 orang.

Rupanya kejadian itu kembali terulang pada 18 April 2020 dengan TKP yang sama. Fikri menjemput korban, kemudian memberikannya pil eximer agar tidak sadarkan diri. Saat mabuk, korban kembali diperkosa secara bergilir. Dalam perkosaan kedua kali ini, pelaku Saepullah tidak ikut menggilir.

Usai kejadian tersebut, korban sakit keras hingga tidak mampu berjalan. Kemudian pada 26 Mei 2020 dia sempat dibawa ke rumah sakit khusus Jiwa Dharma Graha Serpong. Selanjutnya, korban dinyatakan meninggal dunia pada 11 Juni 2020 di rumahnya. Polisi sempat menggali makam korban untuk mengetahui penyebab kematian.

"Kalau dari rangkaian penyidikan, ada niat yang sudah direncanakan untuk kemudian melakukan persetubuhan secara bersamaan terhadap korban," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi