Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Ungkap 3 Pemicu Kebakaran di Jakarta, Korsleting Listrik Paling Dominan
Advertisement . Scroll to see content

Pramono bakal Evaluasi Tarif LRT Jakarta usai Flat Rp5.000: agar Subsidi Tak Terlalu Berlebihan

Kamis, 03 September 2026 - 12:56:00 WIB
Pramono bakal Evaluasi Tarif LRT Jakarta usai Flat Rp5.000: agar Subsidi Tak Terlalu Berlebihan
Tarif LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai berlaku Rp8 saat sosialisasi dan flat Rp5.000 selama 1-2 bulan, setelah itu dievaluasi agar subsidi tak berlebihan. (Foto: Ilustrasi/Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - TarifLRT Jakarta terbaru akan melalui beberapa tahap sebelum ditetapkan secara resmi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tarif Rp8 akan berlaku selama masa sosialisasi untuk rute Velodrome-Manggarai, kemudian naik menjadi Rp5.000 flat selama 1-2 bulan setelah peresmian.

Setelah periode tarif Rp5.000 berakhir, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi besaran tarif yang tepat. Pramono mengatakan, evaluasi diperlukan agar tarif tetap terjangkau masyarakat tanpa membuat beban subsidi pemerintah terlalu besar.

"Yang pertama, berkaitan dengan Velodrome, kemarin kami sudah rapat dan sudah saya putuskan sampai dengan hari-H apa, peresmian, maka kita akan menerapkan tarif 8 perak rupiah," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Pramono menambahkan, tarif Rp8 akan diterapkan untuk LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai hingga hari peresmian. Penerapan tarif tersebut dilakukan setelah diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub).

Setelah LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai diresmikan, tarif Rp8 akan berubah menjadi Rp5.000 secara flat. Namun, tarif tersebut hanya bersifat sementara.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut