Pungli Penyekatan di Kemayoran Resahkan Warga, Polisi Amankan 1 Remaja
JAKARTA, iNews.id - Polisi mengamankan satu remaja terkait viral pungutan liar (pungli) penyekatan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Aksi pungli tersebut memperlihatkan pengendara yang bisa lewat penyekatan yaitu mereka yang telah membayar sejumlah uang kepada remaja penjaga penyekatan.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Ewo Samono satu remaja yang diamankan masih berusia 13 tahun.
“Polsek sudah mengamankan satu orang berinisial WH, yang berumur 13 tahun, warga Kelurahan Utan Panjang,” kata Kompol Ewo Samono di Jakarta, Kamis (5/8/2021).
Ewo menambahkan, penyekatan tersebut bertempat di samping Apartemen Palazo, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penyekatan tersebut diketahui dijaga oleh tiga pilar secara bergantian.
“Ketika malam hari saat petugas lengah, dimanfaatkan anak-anak di bawah umur untuk memberikan jalan kepada warga yg melintas dengan imbalan uang antara Rp500 sampai Rp1.000,” ujarnya.
Ewo memastikan saat ini remaja yang diamankan sedang dalam tahap pemeriksaan. Sementara, Ewo mengatakan petugas akan dikerahkan untuk memperketat pengawasan di lokasi tersebut.
“Saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan. Ke depan ķami akan tetap memperketat pengawasan di lokasi tersebut,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan sekelompok anak diduga mengusai penyekatan PPKM di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka kemudian memalak sejumlah pengendara yang hendak lewat.
Hal itu terungkap usai akun Instagram @jakarta.terkini mengunggah videonya, Kamis (5/8/2021) jelang siang. Sebanyak 9.800 pengguna Instagram tercatat telah menyukai video ini.
Dalam video itu memperlihatkan sebuah kendaraan yang melintas di kawasan itu. Saat melewati sejumlah lokasi penyekatan berisi barrier jalan, terlihat sekelompok anak tampak berkumpul di sana.
“Sejumlah anak menjaga penyekatan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat malam tadi, Rabu, (4/8/2021)," tulis caption postingan tersebut.
Melalui laman komentarnya, sejumlah warganet membenarkan kejadian itu. Mereka mengakui pemalakan disana sudah sering terjadi.
Editor: Rizal Bomantama