Rumah Disegel Satpol PP Tangsel, Janda Miskin Ini Bingung Cari Tempat Tinggal
Dengan berurai air mata, Arti mulai menceritakan bagaimana dia harus berjuang mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya dengan berjualan mie dan minuman ringan. Sementara, dia juga harus membiayai keperluan sekolah seorang cucu yang tinggal bersamanya di rumah.
"Saya orang nggak punya pak, orang awam, cuma ngandelin jualan. Biar cucu saya bisa terus sekolah, kasihan orang tuanya kan nggak ada. Maka nya saya suka sering nangis, nanti mau pindah kemana," ucapnya.
Gelombang empati masyarakat pun mengalir, bahkan mereka bersepakat menyisihkan sebagian rezeki guna mengurus IMB pembangunan rumah Arti dan cucunya. Upaya itu sekaligus memberi sindiran keras kepada Pemkot Tangsel yang dianggap tegas hanya terhadap orang kecil.
"Nggak panteslah pake penyegelan segala, apalagi ibu ini kan orang nggak punya, dia janda, ngurus cucunya juga. Rumah itu aja dibangun karena dibantu orang lain, masa nggak ada rasa kemanusiaannya. Harusnya kita bantu, bukan mempersulit orang susah. Kita kemarin udah sepakat, patungan buat urus biaya IMB nya," kata Fandi Rais (53), tokoh masyarakat sekitar.
Senada dengan itu, Ketua RT setempat, Sahrudin, merasa heran dengan penyegelan di proyek rumah janda miskin tersebut. Menurut dia, kenapa tak ada rasa kemanusiaan mengingat objek tersebut akan ditempati oleh seorang yang tak mampu secara ekonomi.
"Kita miris sih melihatnya, kalau mau buka-bukaan kan banyak rumah-rumah mewah yang bangun nggak ada IMB. Tapi pada diem itu, nggak ada tindakan. Kenapa ini jelas-jelas buat orang nggak mampu, janda tua, paling nggak ada kebijakanlah, ada toleransi, nggak perlu disegel biar bisa tetap ditempati dulu sampai nanti kita bantu urus IMB nya," ujarnya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq