Sandi Sebut 40 Masjid di Jakarta Terpapar Radikalisme, Mana Saja?
Kepala Biro Dikmental Hendra Hidayat mengatakan, Pemprov akan bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bersama-sama menjaga persatuan khususnya di rumah ibadah.
Kerja sama ini dalam kerangka untuk menciptakan suasana yang tenang, damai, sehingga persatuan bangsa tetap terjaga. "Jadi tetap bekerja sama untuk pembinaan kepada semua sarana ibadah dalam hal ini masjid, musala, vihara dan sebagainya itu dalam rangka tetap NKRI adalah nomor satu," kata dia.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) sebelumnya menekankan agar masjid harus tetap dikelola sesuai fungsinya, yakni sebagai tempat ibadah, pendidikan, pengajaran dan pembangunan karakter positif. Langkah ini penting di tengah munculnya gerakan radikalisme yang bersumber dari pemahaman salah tentang agama.
BG mengingatkan, masjid bukan justru menjadi pusat pengajaran paham radikalisme maupun intoleran yang dapat memecah belah bangsa sehingga mengancam keselamatan dan keutuhan NKRI.
”Namun, masjid harus menjadi pilar ketahanan umat (society resilience) dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” kata Budi Gunawan saat bersilaturahmi dengan takmir masjid se-Jawa Tengah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Sabtu (28/4/2018).
Editor: Zen Teguh