10 Calon Menteri Muda Survei ASI, dari Anak Jokowi hingga Dian Sastrowardoyo

Aditya Pratama · Minggu, 21 Juli 2019 - 17:22 WIB
10 Calon Menteri Muda Survei ASI, dari Anak Jokowi hingga Dian Sastrowardoyo

Lembaga survei Arus Survei Indonesia (ASI) melakukan survei terhadap kalangan milenial atau muda yang dinilai bisa menjadi menteri pada pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga survei Arus Survei Indonesia (ASI) melakukan survei terhadap kalangan milenial atau muda yang dinilai bisa menjadi menteri pada pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Dari nama-nama tersebut ada anak pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dan aktris Dian Sastrowardoyo.

Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an mengatakan, menteri muda dibutuhkan untuk berada di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Nama-nama tersebut dijaring melalui survei pakar atau opini publik pada 26 Februari sampai 12 Maret 2019. 

"Ada sepuluh nama milenial dari profesional," ujar Ali di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019).

Sepuluh nama milenial profesional yang berpotensi menjadi menteri secara berurutan (dalam persen) yaitu Emil Dardak (79,66), Nadiem Makarim (78,88), Achmad Zaky (73,76), Witjaksono (71,78), Inayah Wahid (70,58), Dian Sastrowardoyo (70,36), Ferry Unadi (68,28), Gibran Rakabuming Raka (65,34), Wiliam Tanuwijaya (64,12), dan Sunanto (59,80).

Ali menyebutkan, ada empat alasan yang mendasari pentingnya menteri milenial masuk kabinet pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

"Pertama, untuk merespons gelombang kepemimpinan milenial global. Kedua, untuk menjawab tantangan global dan revolusi industri 4.0. Ketiga, menjawab tantangan inovasi. Keempat, menghadapi bonus demografi dengan mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif," tuturnya.

Tokoh tersebut dinilai berdasarkan lima aspek: integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, inovasi dan kreativitas, komunikasi publik dan pengaruh sosial, aspek manajerial dan kemampuan memimpin.

Tim pakar yang menilai berasal dari kalangan akademisi, jurnalis, pengamat, politikus, pengusaha muda, ormas, tokoh masyarakat, kalangan profesional, sampai praktisi pemerintahan. Pakar melakukan analisis media dari April sampai Juli 2019.

"Calon menteri milenial disebut potensial jika selain punya kompetensi, dia juga punya sokongan dari partai politik atau organisasi masyarakat (ormas) atau organisasi relawan atau punya kedekatan khusus dengan Jokowi-Ma'ruf," ujar Ali.

Editor : Djibril Muhammad