Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jokowi Pidato Berbahasa Inggris di Bloomberg New Economy Forum, Banggakan Infrastruktur
Advertisement . Scroll to see content

2 Sosok Presiden Indonesia yang Terlupakan, Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat

Jumat, 27 Oktober 2023 - 07:06:00 WIB
2 Sosok Presiden Indonesia yang Terlupakan, Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat
Sjafruddin Prawiranegara, sosok yang dianggap presiden terlupakan (dok. Wikipedia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada 2 sosok presiden Indonesia yang terlupakan dan tidak banyak diketahui masyarakat. Keduanya adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.

Sementara itu sejarah resmi mencatat ada 7 presiden Indonesia yakni Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo

2 Presiden Indonesia yang Terlupakan

Sjafruddin Prawiranegara, Penyelamat Eksistensi Negara Indonesia

Sjafruddin Prawiranegara merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Beliau lahir pada 28 Februari 1911 di Banten. Sjafruddin memiliki latar belakang keturunan Banten dan Minang yang kaya akan sejarah perjuangan dan tokoh-tokoh hebat bangsa.

Peran Sjafruddin yang paling mencolok yaitu saat terjadinya Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember tahun 1948. Saat itu pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda yang mengakibatkan adanya kekosongan kepemimpinan. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap Belanda.

Melihat adanya kekosongan itu, Indonesia tidak tinggal diam. Beberapa petinggi negara saat itu langsung mengadakan rapat darurat yang digelar di suatu tempat di daerah Sumatera Barat.

Sjafruddin di rapat itu berinisiatif mengusulkan adanya pembentukan suatu pemerintahan darurat (emergency government) yang dikenal sebagai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Sjafruddin menjadi ketuanya. Keputusan diambil dengan tujuan melindungi eksistensi Republik Indonesia dalam situasi darurat.

Walaupun istilah yang digunakan adalah "Ketua", kedudukan Sjafruddin Prawiranegara dalam PDRI setara dengan presiden. Dia memimpin pemerintahan darurat ini dan berhasil menjaga ketahanan Republik Indonesia dalam situasi yang sangat sulit. Belanda pun terpaksa berunding dengan Indonesia.

Tepat pada tanggal 13 Juli 1949, Sjafruddin menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno yang telah dibebaskan Belanda. Dengan demikian, PDRI berakhir dan menunjukkan pencapaian yang luar biasa sebagai tonggak penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Sjafruddin Prawiranegara kemudian terus terlibat dalam pemerintahan, termasuk menjadi Menteri Keuangan dan menerapkan kebijakan moneter kontroversial yang dikenal dengan julukan "Gunting Sjafruddin".

Mr. Assaat, Pelaksana Tugas Presiden Indonesia

Mr. Assaat yang merupakan tokoh besar Republik Indonesia juga dianggap sebagai presiden Indonesia yang terlupakan. Assaat lahir pada 18 September 1904 di Sumatera Barat. Mr. Assaat sempat menduduki jabatan presiden sebagai Pelaksana Tugas Presiden Republik Indonesia selama 9 bulan, dari 27 desember hingga 15 Agustus 1950. 

Peristiwa tersebut terjadi setelah perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang mengubah sistem pemerintahan Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Saat itu, Soekarno menjadi Presiden RIS dan Mohammad Hatta menjadi Perdana Menteri RIS.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut