2 Sosok Presiden Indonesia yang Terlupakan, Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat
Menghadapi situasi genting saat itu, Mr. Assaat diamanatkan menjadi Pelaksana Tugas Presiden Republik Indonesia. Periode pemerintahan sementara ini adalah saat-saat penting dalam sejarah transisi negara, ketika Indonesia berubah dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Saat menjadi Pelaksana Tugas Presiden RI, Mr. Assaat menandatangani beberapa kebijakan penting, termasuk pendirian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.
Setelah masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas Presiden berakhir, Mr. Assaat tetap terlibat dalam politik Indonesia. Ia menjadi anggota parlemen (DPR) dan menjabat Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Natsir dari September 1950 hingga Maret 1951. Setelah Kabinet Natsir bubar, dia kembali menjadi anggota parlemen dan terus berperan dalam politik nasional.
Dua tokoh penting ini, Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat adalah presiden Indonesia yang terlupakan dalam berbagai perbincangan. Padahal, kisah hidup dan riwayat mereka memiliki dampak besar dalam pembentukan dan perkembangan Indonesia sebagai negara berdaulat.
Editor: Reza Fajri