7 Rumah Adat Jawa Barat dan Karakteristiknya Lengkap, Apa Saja?
Umumnya, jumlahnya hanya ada 3 anak tangga. Selain sebagai penghubung, biasanya di tangga ini juga orang-orang yang hendak masuk ke rumah membasuh kaki dengan air.
Rumah adat Jawa Barat ketiga adalah Imah Jolopong. Jolopong berarti tegak lurus atau terkulai. Penamaan Imah Jolopong karena jika dilihat dari bagian atap, rumah ini nampak sangat sederhana dan tergolek lurus dengan baik.
Rumah jenis satu ini cukup banyak diminati, sebab cara pembuatannya tidaklah sulit. Bahan material yang dibutuhkan juga hanya sedikit, mudah didapatkan dan tidak terlalu mahal. Jadi, di daerah pedesaan utamanya masih banyak rumah dengan desain arsitektur Imah Jolopong ini.
Rumah Imah Jolopong ini mempunyai kolong atau ruang kosong yang berada di bagian bawah bangunan rumah. Tingginya sekitar 40 cm dari lantai ke tanah, kolong ini biasanya difungsikan sebagai hunian hewan peliharaan, seperti ayam dan juga sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat pertanian.
Pembagian ruang pada rumah Jolopong terdiri dari teras, ruang tengah, daput, dan kamar tidur. Untuk teras juga bisa disebut emper, lalu ruang tengah sebagai imah, kamar tidur sebagai pangkeng dan dapur disebut pawon.