7 Teknologi Hebat Zaman Kerajaan di Indonesia, Ada yang Dilestarikan hingga Kini
JAKARTA, iNews.id - Meskipun masa kerajaan di Nusantara sudah lewat ribuan tahun lalu, tetapi teknologi-teknologi yang digunakan di zaman itu meninggalkan jejak di masa sekarang. Bahkan ada teknologi yang masih dilestarikan dan terus digunakan hingga kini.
Berikut 7 teknologi hebat warisan zaman kerajaan di Indonesia:
1. Teknologi Perang
Teknologi perang di masa kerajaan terbilang pesat. Salah satu teknologi saat itu yakni meriam cetbang. Berdasarkan Jurnal Sejarah bertajuk ‘Antara Cerita dan Sejarah: Meriam Cetbang Majapahit’ (2020), teknologi asal kerajaan Majapahit ini terbuat dari perunggu dan menyerupai meriam kuno asal China, Wuwei.
Meriam cetbang akan menembakkan proyektil berupa anak panah dan peluru berbentuk bulat. Uniknya, anak panah yang ditembakkan mampu disertai bahan peledak dan pembakar. Di belakang meriam terdapat bagian menyerupai tabung untuk menancapkan galah.
Sebagai teknologi perang mumpuni, cetbang digunakan Majapahit ketika menyerang Kedaton Giri, dalam perang Majapahit-Giri tahun 1500-1506. Kala itu jumlah cetbang yang digunakan sebanyak 100 unit dan dikendalikan 200 prajurit terbaik.
Selain itu, ada juga tombak Kanjeng Kiai Pleret. Senjata ini digunakan Panembahan Senopati, raja pertama Mataram Islam. Panjang tombak ini mencapai 3,5 meter dan dikenal sebagai senjata pusaka. Panembahan Senopati menggunakan tombak tersebut untuk melawan dan melukai Arya Penangsang yang terkenal sakti.
2. Teknologi Berburu
Orang Jawa kuno, termasuk mereka yang hidup di zaman kerajaan, menggunakan tulub sebagai teknologi berburu. Tulub merupakan alat yang berbentuk pipa dari bambu kecil. Biasanya masyarakat menggunakan tulub untuk berburu burung.
Ada pula alat bernama wuwu yang dimanfaatkan untuk menangkap ikan di sungai.
3. Teknologi Perkapalan
Sebagai negara maritim, kerajaan-kerajaan di Nusantara terkenal dengan teknologi perkapalannya yang baik. Majapahit misalnya, kerajaan terbesar se-Nusantara ini mempunyai kapal induk Jung Jawa yang digunakan untuk berdagang. Kapal ini mampu berlayar melewati Laut Jawa, Teluk Benggala dan Laut China. Saking besarnya, Jung Jawa bisa menampung beban 200-300 ton.
Menurut tulisan di Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya dengan judul ‘Teknologi Perkapalan Nusantara Abad ke-16-18 M’ (2020), kapal lainnya yang terkenal tangguh adalah kora-kora. Kora-kora digunakan berbagai kerajaan di Nusantara untuk berperang melawan penjajah Eropa.
Ciri utama yang bisa dilihat pada kora-kora adalah lambungnya yang panjang. Kapal ini bisa menampung 100 pendayung, 6 orang penembak bedil, dengan teknologi meriam perunggu berukuran kecil.
4. Teknologi Pertukangan
Dalam laman resmi Borobudur Park, disebutkan orang Jawa kuno memiliki keahlian di bidang pertukangan, terutama pembuatan rumah dan kuil. Teknologi untuk membuat candi juga dinilai sangat terdepan. Masyarakat Majapahit membuat candi-candi dengan teknologi batu bersusun tanpa semen perekat.
Berdasarkan Jurnal Studi Sosial 'Rekonstruksi Rumah Majapahit di Desa Bejijong Sebagai Sarana Edukasi Pendidikan IPS' (2019), masyarakat Majapahit membangun rumah dengan bentuk joglo dan berlantai tanah. Gambaran rumah masyarakat pada masa itu tertuang dalam relief candi Minak Jinggo dan Candi Tegowangi. Fondasi rumah terbuat dari batu kali sehingga bisa kokoh berdiri.