90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Terindikasi Melanggar, Kepala Bapanas: Sangat Merugikan Rakyat
“Ini sementara kita cek. Kita tidak boleh gegabah. Tetapi kalau terbukti tidak sesuai, tentu sangat merugikan masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, perlindungan konsumen menjadi salah satu alasan penting pengawasan terhadap harga, keamanan, dan mutu pangan harus dilakukan. Masyarakat berhak memperoleh pangan yang aman, bermutu, serta sesuai dengan informasi yang tercantum pada label.
Dia menuturkan, ketidaksesuaian klaim pada beras fortifikasi juga berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Konsumen dapat mengira produk tersebut memberikan manfaat gizi tertentu berdasarkan klaim fortifikasi pada kemasan.
“Jangan sampai masyarakat membayar mahal karena ada klaim tertentu, tetapi manfaat yang dijanjikan tidak ada. Itu yang harus kita lindungi,” ujar Amran.
Editor: Aditya Pratama