Abdul Mu’ti Sebut Soft Skills Jadi Kunci Generasi Muda Hadapi Perubahan, Ini Alasannya!
Sebagai informasi, AYIMUN Depok Chapter diikuti 315 pelajar dari 118 sekolah dan universitas. Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dari sejumlah daerah, mulai dari Jabodetabek, Sukabumi, Sumatera Selatan, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya hingga Bali.
Konferensi tersebut mengangkat tema 'Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation'. Para peserta membahas isu pendidikan dan ancaman aktivitas ilegal di ruang digital melalui dua council, yakni UNICEF dan UNODC.
Di tengah pembahasan tersebut, Presiden International Global Network (IGN) Muhammad Fahrizal menilai kemampuan manusia tetap menjadi fondasi penting dalam menciptakan masa depan digital yang aman.
"Kita sering berpikir bahwa mengamankan masa depan digital hanya bergantung pada kata sandi yang lebih kuat, kecerdasan buatan, atau sistem keamanan siber. Padahal, meskipun teknologi tentu menjadi bagian dari solusi, fondasi utama dari masa depan digital yang aman bukanlah teknologinya semata, melainkan manusianya," kata Fahrizal.
Dia menilai kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting ketika misinformasi, perkembangan kecerdasan buatan, dan ancaman siber terus berkembang.