Ade Armando Sarankan Gibran Abaikan Sayembara Denny Indrayana soal Ijazah: Jangan Didengerin
JAKARTA, iNews.id - Akademisi Ade Armando memberikan saran kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait sejumlah pihak yang mempersoalkan ijazahnya. Ade meminta Gibran tidak memusingkan sayembara yang digagas pakar hukum tata negara Denny Indrayana.
Menurut dia, Gibran tidak memiliki kewajiban melayani tuntutan tersebut. Dia menekankan dalam logika hukum dan pembuktian, beban pembuktian ada pada pihak yang melayangkan tuduhan, bukan pada pihak yang dituduh.
"Kalau boleh menyarankan kepada Mas Gibran, Mas Gibran itu tantangannya Denny Indrayana jangan didengerin. Nggak usah peduli. Ya, biarin kalau dia ingin menunjukkan bahwa terjadi sebuah konspirasi skandal yang menyebabkan Gibran menjadi seorang Wakil Presiden, dialah yang harus membuktikan," katanya dalam Rakyat Bersuara bertajuk 'Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Ada Apa?' di iNews, Senin (24/8/2026) malam.
Ade meyakini, Gibran memiliki seluruh dokumen legalitas pendidikan yang sah. Dia juga percaya terhadap data yang dikeluarkan oleh institusi negara.
"Mas Gibran tenang-tenang aja, tunggu aja karena saya yakin Mas Gibran punya semua yang diperlukan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade menantang balik pihak-pihak yang meragukan keaslian dokumen milik Gibran untuk memvalidasi tuduhan mereka sendiri.
"Saya yakin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak berbohong. Kalau Anda menuduh mereka berbohong, ya Anda buktikan bahwa mereka berbohong. Lakukanlah. Silakan," katanya.
Ade juga membandingkan situasi Gibran dengan ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang keaslian ijazah S1-nya juga diragukan Roy Suryo cs. Ade menilai tindakan tidak melayani polemik tersebut adalah hak pribadi.
"Ini persis sama dengan kalau Pak Jokowi tidak mau menunjukkan ijazah S1-nya pada Roy Suryo, ya nggak apa-apa dong, itu haknya Pak Jokowi," kata Ade.
Sebelumnya, pakar hukum tata negara, Denny Indrayana menggagas sayembara menunjukkan ijazah SMA/sederajat milik Wapres Gibran Rakabuming Raka. Nilai hadiah yang terkumpul mencapai angka yang fantastis.
Denny mengatakan, nilai hadiah sayembara ijazah SMA Gibran yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp3,6 miliar. Menurutnya, sayembara itu merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengawasi polemik yang selama ini belum menemukan penyelesaian.
"Per malam ini pukul 18.00 tadi, saya minta di-update, angka hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran adalah Rp3.664.652.207," ucap Denny dalam program yang sama.
Editor: Reza Fajri