Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MUI Minta Aksi Viral Baca Al-Quran Berhadiah Miras di The Sounds Project Diproses Hukum!
Advertisement . Scroll to see content

Anggota DPR Murka Ada Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras: Merendahkan Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:16:00 WIB
Anggota DPR Murka Ada Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras: Merendahkan Agama
Ilustrasi minuman keras (foto: ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq mengecam keras tindakan promosi minuman beralkohol merek Newport dalam acara festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara yang mengadakan tantangan hafalan Al-Quran dengan hadiah sebotol minuman keras atau miras.

Maman menilai tindakan tersebut merupakan perbuatan tercela karena menjadikan ayat suci Al-Quran sebagai bagian dari aktivitas promosi minuman beralkohol.

Menurutnya, praktik semacam itu bukan hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi melukai perasaan umat Islam dan merupakan bentuk penghinaan terhadap kesucian Al-Quran.

“Saya mengecam keras tindakan tersebut. Menjadikan hafalan Surat Ad-Dhuha sebagai tantangan untuk mendapatkan hadiah minuman keras merupakan tindakan yang sangat tercela. Ayat suci Al-Quran tidak boleh dijadikan alat permainan atau gimmick untuk kepentingan promosi produk,” kata Maman, Selasa (11/8/2026).

Dia menegaskan, kegiatan promosi dalam sebuah festival atau acara hiburan tetap harus memperhatikan etika, norma agama, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Menurut Maman, kebebasan berkreasi dan berpromosi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan sensitivitas keagamaan. Apalagi, Al-Quran memiliki kedudukan yang sangat mulia bagi umat Islam sehingga harus dihormati dalam setiap situasi.

“Promosi tentu boleh dilakukan, tetapi harus tetap beretika dan menghormati norma agama. Jangan sampai kreativitas justru berubah menjadi tindakan yang merendahkan atau menyinggung kesucian agama,” katanya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pihak penyelenggara maupun pihak yang terlibat dalam aktivitas promosi tersebut mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

“Penyelenggara dan pelaku promosi harus bertanggung jawab. Harus ada evaluasi dan penjelasan yang terbuka mengenai bagaimana kegiatan seperti ini bisa terjadi,” katanya.

Sebelumnya, The Sounds Project sebagai penyelenggara menyatakan marah, kecewa, dan mengecam perilaku yang menjadi sorotan tersebut. Mereka menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan terhadap tindakan yang menjadikan agama sebagai bahan challenge maupun sebagai bagian dari promosi produk.

“Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” kata The Sounds Project dalam keterangannya.

Salah satu poin paling penting dalam klarifikasi tersebut adalah penegasan The Sounds Project mengenai posisi mereka sebagai penyelenggara. Mereka menyebut kejadian yang viral itu sepenuhnya berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali pihak penyelenggara.

“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” tulis mereka.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut