Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dikaitkan dengan Demo 27 Agustus, Kubu Budi Arie Sindir Relawan Prabowo: Terlalu Halu
Advertisement . Scroll to see content

Anies Minta Usut Tuntas Kematian Bambang di Pejompongan: Negara Tak Boleh Kalah dengan Pembunuh

Selasa, 01 September 2026 - 17:12:00 WIB
Anies Minta Usut Tuntas Kematian Bambang di Pejompongan: Negara Tak Boleh Kalah dengan Pembunuh
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Instagram @anisbaswedan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta agar kematian warga Pejompongan sekaligus penjual cermin, Bambang Setiyawan (60) diusut tuntas. Jika tidak, peristiwa seperti itu bisa terulang lagi di masa depan.

"Semalam saya takziah dan jumpa dengan keluarga almarhum Pak Bambang Setiyawan. Ceritanya amat mengenaskan. Kita semua tahu ada jenazahnya, ada video rekaman peristiwanya. Nah, jangan sampai kita tidak melihat tindak lanjutnya," ujar Anies melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (1/9/2026).

Anies berpesan, negara tidak boleh kalah dengan pembunuh dan para perusak hukum.

"Jangan sampai tidak tuntas pengusutannya. Bila didiamkan, maka kejadian ini akan bisa berulang, berulang, dan berulang. Negara tidak boleh kalah dengan pembunuh dan negara tidak boleh kalah dengan para perusak hukum," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Zulfikar membantah kabar yang menyebut anggotanya terlibat dalam aksi pemukulan hingga menewaskan Bambang Setiyawan, pedagang cermin, saat kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026) malam. Dia menuding massa pedemo yang melakukan pemukulan tersebut.

"Katanya ada yang meninggal dipukulin. Ya mungkin teman-teman lihat di TikTok ada yang meninggal dipukulin, itu bukan GRIB yang mukulin, itu pedemo yang mukulin," kata Zulfikar dalam video yang diunggah lewat akun Instagram @gribjaya_id.

Dia menegaskan, pelaku pengeroyokan Bambang bukan anggota GRIB Jaya. Menurutnya, lokasi kejadian juga berbeda dengan tempat anggota GRIB Jaya melakukan pengamanan swakarsa pada malam tersebut.

"Jadi ini seperti yang saya sampaikan sama ketua-ketua DPC semua, supaya dapat memahami situasi yang sebenarnya terjadi. Tidak Ada. Itu yang mati dipukulin itu bukan oleh GRIB, tapi oleh pedemo sendiri," ujarnya.

Zulfikar juga membantah anggota GRIB Jaya yang melakukan pengamanan swakarsa terlibat dalam aksi kekerasan. Dia menyebut anggotanya justru mendapat provokasi dan lemparan batu dari massa.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut