Apa Itu Replik? Pengertian serta Fungsinya dalam Pengadilan
JAKARTA, iNews.id - Apa itu replik? Pertanyaan yang mungkin muncul di benak para penonton sidang. Replik merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah proses pengadilan.
Seperti dijelaskan dalam KBBI, replik merupakan jawaban dari penuntut (jaksa) atas tangkisan terdakwa atau pengacaranya. Secara etimologis replik berasal dari dua kata, re (kembali) dan pliek (menjawab). Maka dari itu replik adalah jawaban balasan atas jawaban tergugat dalam perkara.
Replik merupakan hak penggugat untuk membantah jawaban tergugat, dengan tujuan menyangkal dalil-dalil jawaban tergugat yang bermaksud mematahkan dalil-dalil gugatan penggugat.
Replik dapat berisi pembenaran terhadap jawaban tergugat atau boleh jadi penggugat menambah keterangannya dengan tujuan memperjelas dalil yang diajukan penggugat dalam gugatannya. Tidak menutup kemungkinan ada peluang penggugat mengajukan rereplik.
Kuasa Hukum Sambo Minta Hakim Lihat Aspek Meringankan: Pak FS Siap Tanggung Jawab
Dalam sebuah replik, penggugat dapat menyampaikan sumber-sumber kepustakaan, pendapat-pendapat para ahli, doktrin, kebiasaan dan sebagainya. Format replik dapat disusun dengan mengikuti poin-poin jawaban tergugat.
Setelah menjawab pertanyaan “apa itu replik?” tentu kurang memuaskan apabila tidak sekalian menjawab “apa itu duplik?”. Duplik sedikit berbeda dengan replik. Menurut KBBI, duplik memiliki arti jawaban kedua (dari terdakwa atau pembela) sebagai jawaban atas replik. Sedangkan secara etimologis, duplik berasal dari kata du (dua) dan pliek (jawaban).
Mengenai kapan dan replik dapat disampaikan, dalam sidang perdata urutannya yaitu pembacaan gugatan, jawaban, replik dan disusul dengan duplik.