"Tapi ternyata ketua umum siapa yang melakukan penganiayaan terhadap pacarnya? Kan nggak mungkin Bu Mega menganiaya pacarnya, kan. Pak Prabowo apalagi, nggak mungkin. Yang kemungkinan waktu itu spekulasinya kan ketua umum Partai Golkar, partai besar. Ternyata kan hoaks," tambahnya.
Menurut Sarmuji, penganiayaan terhadap kekasih tersebut ternyata dilakukan oleh ketua umum partai kecil yang tidak lolos ke parlemen. Dia menilai, isu keterlibatan Bahlil dalam perkara penyadapan ini serupa dengan informasi hoaks terkait penganiayaan kekasih yang sempat menyeret nama ketua umum partai tersebut.
"Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, partai besar. Partai besarnya siapa, kita nggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu diskip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," kata Sarmuji.
Editor: Adhenda Madarina Idzni