Bahlil Siapkan Insentif Bioetanol E10, Janji Skema Baru Tetap Untungkan Petani
"Tetapi ketika harga minyak dunia turun, contoh menjadi Rp9.000 atau Rp10.000, etanolnya Rp11.000, berarti akan ada selisih. Nah, ini yang kita akan membentuk ininya. Kita akan membuat satu formulasi yang baik untuk kepentingan industri, petani, dan negara," katanya.
Bahlil menje, bahan baku bioetanol berasal dari tiga komoditas utama, yakni jagung, singkong, dan tebu. Khusus tebu, bahan yang digunakan berasal dari molase yang selama ini memiliki nilai ekonomi relatif rendah.
Pemerintah juga ingin memastikan pengembangan bioetanol tetap memberikan keuntungan bagi petani. Saat ini, harga molase berada di kisaran Rp1.000 per kilogram, sedangkan harga bioetanol mencapai sekitar Rp11.000 per liter.
Terkait kemungkinan pengelolaan skema insentif melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Bahlil belum memberikan kepastian. Dia menilai pembahasan mengenai kelembagaan masih terlalu dini karena pemerintah masih memprioritaskan penyusunan formula kebijakan.
"Nanti, atau besok kau ganti saya jadi menteri. Pertanyaan kalian ini terlalu maju jauh sekali. Ini yang saya berpikir pun belum, kau sudah tanya," ujar Bahlil.
Editor: Puti Aini Yasmin