Bareskrim Sita Mobil Audi dan Vellfire Milik Tersangka Penipu Putri Arab Saudi

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 20:18 WIB
Bareskrim Sita Mobil Audi dan Vellfire Milik Tersangka Penipu Putri Arab Saudi

Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menyita mobil Audi milik tersangka penipu putri Arab Saudi di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020). (Foto: Bareskrim Polri).

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri kembali menyita mobil milik tersangka penipu putri Arab Saudi Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud. Kedua mobil tersebut diamankan dari kediaman buron Evie Marindo Christina.

Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, kedua mobil tersebut yakni Audi dan Toyota Vellfire. Kedua mobil menambah barang bukti dalam kasus penipuan bernilai setengah triliun ini.

Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Pol Endar Priantoro manuturkan, dua mobil tersebut diamankan di kediaman Evie di Malang. Secara keseluruhan hingga saat ini Polri telah memblokir/menyita 26 aset milik Evie di Bali dan Jawa Timur.

”Sejumlah aset yang disita berupa sertifikat hak milik tanah dan bangunan,” ujarnya, Kamis (20/2/2020). Selain memblokir, polisi juga mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi Evie dan melakukan pencegahan ke luar negeri.

Dalam kasus ini Bareskrim Polri menangkap Eka Augusta Herriyani (EAH) di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020). Sementara itu Evie Marindo Christina (EMC) sampai saat ini belum terlacak. Keduanya terbukti telah melakukan penipuan terhadap Princess Lolwah.

Kasus tersebut bermula ketika kuasa hukum Lolowah melaporkan EMC dan EAH pada Mei 2019 atas kasus penipuan. Lolowah mengirimkan uang Rp505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018 kepada para tersangka.

Uang itu dijanjikan akan dibelikan tanah dan membangun Vila Kama dan Amrita Tedja di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menyita mobil Audi milik tersangka penipu putri Arab Saudi di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020). (Foto: Bareskrim Polri).

Namun, pembangunan vila tidak kunjung rampung hingga 2018. Lolowah curiga sehingga meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih menghitung nilai pembangunan vila. Nilai bangunan yang rampung ternyata tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Lolowah mengaku sempat dijanjikan kepemilikan tanah dan vila tersebut menjadi milik PT Eastern Kayan. Namun, hingga kini kepemilikan tanah dan vila masih atas nama EMC dan EAH.

Pelaku kembali menawarkan tanah seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, kepada Lolowah. Korban lalu mengirimkan sejumlah uang 500.000 dolar AS (Rp6,8 miliar) kepada tersangka. Setelah dikonfirmasi, tanah tersebut ternyata tidak pernah dijual oleh pemiliknya.

Para pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU).

Editor : Zen Teguh