Putri Arab Saudi Princess Lolowah Ditipu WNI Rp500 Miliar terkait Investasi Vila di Bali

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 28 Januari 2020 - 15:53 WIB
Putri Arab Saudi Princess Lolowah Ditipu WNI Rp500 Miliar terkait Investasi Vila di Bali

Princes Lolowah binti Faisal bin Abdulaziz Al-Saud dalam sebuah forum internasional beberapa waktu lalu. (Foto: Ist/Dayan.org).

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri membongkar kasus penipuan bernilai miliaran rupiah. Korban kejahatan ini, putri Kerajaan Arab Saudi, Princess Lolowah binti Faisal bin Abdulaziz Al-Saud.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, pelaku penipuan telah diidentifikasi. Pelaku yakni EMC alias Evie dan EAH alias Eka, warga negara Indonesia.

Ferdy menjelaskan, kasus penipuan ini dilaporkan oleh kuasa hukum Princes Lolwah pada Mei 2019. Pelaporan tersebut berupa dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang.

“Kerugian ditaksir Rp512 miliar atau setengah triliun lebih,” Kata Ferdy melalui keterangan tertulis, Selasa (28/1/2020).

Dia menjelaskan, kasus penipuan ini berawal ketika Putri Lolwah mengirimkan uang sebesar USD36.106.574,84 atau sebesar Rp505.492.047.760 ke pelaku. Uang ini ditransfer secara bertahap sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018.

“Uang itu untuk pembelian tanah dan pembangunan Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali,” ucapnya.

Namun, pembangunan vila itu tak kunjung rampung hingga 2018. Kecurigaan pun muncul. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih pun diminta untuk melakukan penilaian atas nilai bangunan villa Kama dan Amrita Tedja sesuai kondisi fisik bangunan.

“Didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ujarnya.

Ferdy melanjutkan, kepada korban pelaku menjanjikan tanah dan vila tersebut akan dibaliknamakan atas nama PT Eastern Kayan. Namun, sampai sekarang tanah dan vila masih atas nama tersangka.

Selain itu, pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.

“Kemudian, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD 500.000 kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi bahwa tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah dijual,” katanya.

Editor : Zen Teguh