BBM Langka di Bali, Puan Desak Pertamina Tambah Pasokan
“Pemeriksaan harus memperjelas hambatan yang masih terjadi dan keputusan yang diperlukan untuk mempercepat pelayanan kembali normal. Warga membutuhkan kepastian BBM dapat diperoleh di tempat pelayanan. Setiap tambahan pasokan perlu segera diterjemahkan menjadi pengiriman yang sesuai kebutuhan dan pemulihan SPBU yang dapat dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Puan meminta Pertamina memetakan kebutuhan berdasarkan jenis BBM dan wilayah pelayanan. SPBU yang berulang kali mengalami kekosongan, kata dia, perlu mendapat perhatian khusus agar pengiriman berikutnya dapat memenuhi kebutuhan hingga pasokan lanjutan tiba.
“SPBU yang mengalami kekosongan berulang harus memperoleh perhatian khusus agar pengiriman berikutnya mampu menutup kebutuhan sampai pasokan lanjutan tersedia,” tuturnya.
Selain itu, Puan juga meminta pemerintah menetapkan target pemulihan yang terukur. Evaluasi, menurutnya, perlu dilakukan dengan melihat jumlah SPBU yang kembali beroperasi normal, durasi kekosongan, kecukupan pasokan di antara jadwal pengiriman, serta perkembangan waktu antrean.
“Evaluasi perlu melihat jumlah SPBU yang kembali melayani, lamanya kekosongan, kecukupan pasokan antarjadwal pengiriman, dan perkembangan waktu antrean. Informasi tersebut menjadi dasar penyesuaian operasi setiap hari,” paparnya.