Begini Perjalanan Kasus Suap Jabatan Kemenag yang Menjerat Romy

Ilma De Sabrini, Felldy Utama ยท Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:53 WIB
Begini Perjalanan Kasus Suap Jabatan Kemenag yang Menjerat Romy

Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romy, sebagai tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Lembaga antirasuah menduga kuat, Romy menggunakan pengaruhnya untuk memuluskan langkah Haris Hasanuddin menjadi kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur, dan; M Muafaq Wirahadi untuk meraih jabatan kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menuturkan, pada akhir 2018, pemerintah mengumumkan proses seleksi secara terbuka melalui Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pejabat Pimpinan Tinggi. Pada pengumuman tersebut, salah satu jabatan yang akan diisi adalah kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

“Dalam proses seleksi, terdapat beberapa nama pendaftar untuk seleksi jabatan kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur tersebut, termasuk Haris. Sementara, Muafaq mendaftar untuk posisi kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik,” ungkap Laode di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Selama proses seleksi, diduga terjadi komumkasi dan pertemuan antara Muafaq dan Haris dengan Romy dan pihak lain. Muafaq dan Haris diduga menghubungi Romy agar membantu keduanya lolos seleksi jabatan tersebut.

Pada 6 Februari 2019, Haris diduga mendatangi rumah Romy untuk menyerahkan uang Rp250 juta terkait seleksi jabatan yang dia ikuti, sesuai komitmen sebelumnya. “Pada saat inilah dIduga pemberian pertama terjadi,” ujar Laode.

Sekitar pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris tidak termasuk dalam daftar tiga nama calon kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur yang akan diusulkan ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Namun, pada awal Maret 2019, Haris justru dilantik Mentari Agama menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur,” ucap Laode.

BACA JUGA:

Sah! KPK Tetapkan Romy PPP Tersangka Suap Pengisian Jabatan Kemenag

Kronologi Penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, KPK Sita Rp156 Juta

Haris diketahui pernah mendapatkan hukuman dislplin sebelumnya. Karenanya, KPK menduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kemenang tersebut.

Selanjutnya, kata Laode, pada Selasa (12/3/2019) lalu, Muafaq menghubungi Haris dan minta dipertemukan dengan Romy. Jumat (15/3/2019) kemarin, Muafaq dan Haris bertemu dengan Romy untuk penyerahan uang Rp50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan Muafaq.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait seleksi jabatan pada Kementerian Agama Rl Tahun 2018 2019,” kata Laode.

Sebagai pihak penerima suap, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Muafaq dan Haris sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil