Belajar dari Covid-19, New Normal Pendidikan
Perlu disadari bahwa kegiatan di rumah sepanjang hari, telah mengubah perilaku kita, termasuk perilaku anak. Sebagian sekolah ada yang tetap menerapkan aturan anak belajar pada jam yang ditentukan dengan menggunakan segaram, namun ada pula yang melonggarkan aturan itu.
Standarnya memang tidak sama, yang membuat orang tua masing-masing keluarga juga punya ukuran masing-masing, terlebih tidak semua orang tua mengetahui standar nilai perilaku kehidupan sekolah anak-anaknya, guru pun lupa untuk menyampaikanya sedari awal. Apa yang terjadi? Muncul perilaku-perilaku baru.
Pertanyaannya, apakah perilaku baru itu baik atau justru sebalinya? Contoh kecil soal kebiasaan mandi di pagi hari yang dilakukan saat harus berangkat sekolah, tak sedikit orang tua yang melonggarkan kebiasaan ini. Atau, kebiasaan anak menonton tayangan, jika saat sekolah sedikit sekali waktu mereka untuk berada depan televisi atau komputer dan memegang handphone, sekarang sepanjang waktu bisa dilakukan, karena minimnya kegiatan lain yang dilakukan ayah dan ibunya di rumah bersama anak.
Dari contoh-contoh itu ingin disampaikan bahwa orang tua perlu memperhatikan hal itu, jangan sampai perilaku baru pada masa mendatang adalah anak menjadi malas, tidak semangat, jarang bergerak, dan hal lain (hasil dari mencontoh prilaku orang tua).
Hak Pendidikan Anak Marjinal
Tidak hanya soal penguatan peran orang tua, problematika dunia pendidikan menjadi semakin kompleks saat harus melakukan pemenuhan hak bagi anak-anak marjinal, termasuk mereka yang selama ini belajar di bawah asuhan lembaga swadaya masyarakat atau komunitas.