BGN Temukan Modus Ternak Yayasan, Kelola Banyak Dapur MBG
JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya modus sejumlah pihak yang mendirikan banyak yayasan untuk mengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Praktik yang disebut sebagai “ternak yayasan” itu dinilai menyimpang dari tujuan awal program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, sejak awal MBG tidak dirancang sebagai program bisnis, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat, terutama kelompok miskin.
Menurut Nanik, gagasan tersebut berawal dari pengalaman pribadi Presiden Prabowo pada 2012 ketika melihat langsung kondisi masyarakat di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Saat itu, Prabowo menyaksikan warga mengais sisa makanan dari buruh pabrik untuk dibawa pulang dan dimakan bersama keluarga.
"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak. Jadi Pak Prabowo itu menganggap program MBG itu bukan orientasi bisnis," ujar Nanik dalam sebuah workshop di Jakarta, dikutip Senin (9/3/2026).
Bidan di OKI Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Balita
Dia menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin terlibat dalam penyediaan layanan dapur MBG. Kemitraan tersebut diprioritaskan kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.