BIN Deteksi Dini Kelompok Teroris yang Terafiliasi Taliban

Fahreza Rizky, Kiswondari Pawiro, Widya Michella ยท Sabtu, 21 Agustus 2021 - 00:02:00 WIB
BIN Deteksi Dini Kelompok Teroris yang Terafiliasi Taliban
Deputi VII BIN Wawan Purwanto menyebutkan jajaran intelijen melakukan deteksi dini kelompok teroris yang terafiliasi dengan Taliban. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNews.id — Badan Intelijen Negara (BIN) meningkatkan deteksi dini terhadap kelompok teroris yang terafiliasi dengan Taliban. Antisipasi dilakukan setelah gerilyawan Taliban menguasai Afganistan.

Deputi VII BIN Wawan Purwanto mengatakan deteksi dini dilakukan mengingat perkembangan terorisme di Indonesia dipengaruhi situasi pada tingkat global dan regional. Contoh konkretnya terlihat dari eksistensi ISIS. 

"BIN bersama jajaran intelijen melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat deteksi dini dan cegah dini. Terutama kepada kelompok teroris yang memiliki kedekatan ideologis dan jaringan dengan Taliban," ujar Wawan, Jumat (20/8/2021).

Wawan melanjutkan, Indonesia memonitor perkembangan situasi di Afganistan meskipun Taliban menyatakan tidak akan mengusik misi diplomatik asing. Pemerintah bahkan telah memulangkan 26 WNI dan staf KBRI yang menurut rencana bakal tiba Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (21/8/2021) dini hari.

WNI dievakuasi dari Kabul menggunakan pesawat TNI AU, pesawat telah bergerak dari Islamabad menuju Jakarta. Menlu Retno Marsudi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diagendakan bakal menyambut kedatangan WNI itu.

Secara terpisah, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani menilai, situasi di Afganistan tidak perlu disikapi berlebihan namun jangan pula dianggap enteng. PBNU yang pernah berdialog dengan Taliban tetap memantau situasi ke depan.

Abdul Manan mengungkapkan, Taliban memiliki rencana untuk membangun pemerintahan yang terbuka serta mengubah persepsi warga global terkait label teroris. Hal itu terbuka untuk terwujud selama tidak ada kekuatan-kekuatan lain yang berupaya untuk menggagalkannya.

"Saya kira jangan terlalu khawatir dengan Taliban, kita masih harus melihat satu bulan ke depan. Bagaimana Taliban membangun kekuasaan dan sesuai apa yang dikomunikasikan kepada kita, bahwa Taliban akan membentuk pemerintahan yang terbuka dengan menerapkan hak-hak asasi manusia seperti dulu," kata Abdul dalam webinar bertajuk Dampak Kemenangan Taliban Terhadap Indonesia. 

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: