BMKG Sebut Jumlah Titik Panas Cenderung Menurun Tiga Hari Terakhir

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 19 September 2019 - 08:35 WIB
BMKG Sebut Jumlah Titik Panas Cenderung Menurun Tiga Hari Terakhir

Ilustrasi titik panas

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kecenderungan jumlah titik panas di Indonesia menurun dibanding periode awal september 2019. Kondisi tersebut terjadi selama tiga hari terakhir ini, yakni dari 15 hingga 17 September 2019.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo mengatakan, penurunan jumlah titik panas di wilayah ASEAN terdeteksi berdasarkan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20 dan Himawari-8.

"Setidaknya terdapat 3.082 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara. Jumlah titik panas ini lebih rendah dibandingkan dengan jumlah titik panas pada periode waktu 2-12 September 2019 yang mencapai 8.018 titik," tuturnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

BACA JUGA:

BMKG Mengaku Kesulitan Membuat Hujan Buatan Atasi Karhutla di Riau

BMKG Pantau 2.510 Titik Panas Karhutla di ASEAN

BMKG Identifikasi Ribuan Titik Panas di Indonesia dan Beberapa Negara ASEAN

Mulyono mengungkapkan, lokasi titik panas tersebut beberapa berada di Indonesia, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara lainnya adalah Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.

"Di wilayah Indonesia pada 14 September terdeteksi titik panas mencapai 5.115 titik. Jumlah titik panas mengalami penurunan sejak tanggal 15 September 2019 sampai dengan 17 September ini, khususnya di wilayah Kalimantan," ujarnya.

Namun, Mulyono mengingatkan, BMKG mendeteksi masih adanya sebaran asap yang memasuki wilayah Semenanjung Malaysia dari wilayah Sumatera. Selain itu pada waktu yang sama, terdeteksi pula adanya sebaran asap yang meluas hingga wilayah Serawak Malaysia dari Kalimantan Barat.

"Kondisi ini dapat terjadi karena arah angin di wilayah Riau bertiup dari arah tenggara – selatan ke utara – timur laut, sementara arah angin di wilayah Kalimantan Barat ke arah Utara," katanya.

Kecenderungan penurunan jumlah titik panas di Indonesia dan negara ASEAN secara tidak langsung dapat menurunkan sebaran Asap di wilayah Indonesia dan Malaysia. Namun, BKM mengimbau masyarakat tetap mewaspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena potensi hujan yang masih belum signifikan di daerah tersebut.

Saat ini, BMKG berkerja sama dengan TNI, BPPT dan BNPB berupaya memodifikasi cuaca. Tujuannya, untuk memaksimalkan potensi hujan di wilayah karhutla yang sudah dilaksanakan beberapa tempat di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.

Beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk 7 hari ke depan (19-25 september 2019) adalah Aceh, Sumatera Utara, Pesisir Utara Kalimantan utara, Papua. "BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah dekat dengan Karhutla untuk selalu mewaspadai untuk selalu berhati-hati," ujar Mulyono.


Editor : Djibril Muhammad