BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Rp27,5 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah
Di tengah tekanan margin industri perbankan dan kebutuhan pencadangan, BNI membukukan laba bersih Rp16,1 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian ini tumbuh 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, BNI juga memperkuat layanan digital untuk meningkatkan transaksi dan menghimpun dana masyarakat. Hingga September 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta, tumbuh 58 persen YoY. Nilai transaksinya tercatat Rp1.774 triliun, meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, layanan BNIdirect mencatat nilai transaksi Rp9.324 triliun atau tumbuh 16 persen YoY. Jumlah penggunanya mencapai 293 ribu, meningkat 19 persen secara tahunan.
Pengembangan layanan digital tersebut didukung transformasi jaringan melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas cabang, aktivitas transaksi, serta penghimpunan dana murah.
"Integrasi layanan digital dan jaringan cabang memungkinkan BNI memperluas jangkauan layanan, meningkatkan transaksi, sekaligus memperkuat hubungan dengan nasabah di berbagai segmen," tuturnya.