BNPB Catat Dominasi Bencana di Sejumlah Wilayah RI: Karhutla hingga Longsor
Peristiwa tersebut dipicu kebocoran pipa air yang membuat tunas rumpun bambu jenuh air dan memicu longsor. Sekitar 5.000 jiwa terancam mengalami kesulitan air bersih. BPBD Banyumas melakukan kaji cepat dan mengirim bantuan logistik, sementara warga bersama pihak terkait melakukan kerja bakti untuk memperbaiki sambungan pipa.
Banjir kemudian melanda Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Hujan di daerah hulu Sungai Siombo dan Sungai Parigi sejak Jumat (24/7/2026) pukul 10.00 WITA membuat debit air meningkat hingga merendam sejumlah wilayah, termasuk Desa Kalombang, Kecamatan Bungku Utara.
Sebanyak 203 KK atau 504 jiwa serta 168 rumah terdampak. Berdasarkan laporan per Minggu (26/7/2026), banjir telah surut setelah BPBD melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Masih di Morowali Utara, longsor terjadi di Desa Salubiro dan Desa Lemowalia, Kecamatan Bungku Utara. Hujan berintensitas tinggi pada Jumat (24/7/2026) pukul 02.00 WITA membuat Sungai Swuya meluap dan mengikis tebing di sisi jalan.
Tebing setinggi tiga meter runtuh hingga memutus akses Desa Lemowalia–Salubiro. Sebanyak 627 KK atau 2.104 jiwa masih terisolir dan dalam pendataan. Hingga Minggu (26/7/2026), kendaraan roda dua belum dapat melintas dan kebutuhan mendesak di lokasi adalah pembangunan jembatan darurat.
Banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (25/7/2026) pukul 15.30 WIB. Bencana berdampak pada Nagari Malaka Timur, Nagari Malaka Utara, dan Nagari Sungai Batang, Kecamatan Malalak. Kerusakan meliputi satu rumah, tiga akses jalan, satu jembatan, serta satu tanggul yang jebol. Satu akses jalan juga terputus. Banjir telah surut dan pemerintah bersama warga melakukan gotong royong membersihkan material pascabencana.
Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, juga dilanda banjir dan longsor pada Sabtu (25/7/2026). Bencana melanda Nagari Kajai dan Nagari Kajai Selatan di Kecamatan Talamau serta Nagari Bandu Balai di Kecamatan Kinali. Empat rumah dan akses jalan utama Simpang Empat–Talu terdampak. Hingga Minggu (26/7/2026), hujan masih mengguyur wilayah tersebut dan jalur Simpang Empat–Talu masih mengalami gangguan.
Editor: Puti Aini Yasmin