Buron 2 Bulan, Pelaku Pembacokan Warga di Tamansasari Ditangkap

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 17:14 WIB
Buron 2 Bulan, Pelaku Pembacokan Warga di Tamansasari Ditangkap

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Setelah bersembunyi 2 bulan di Desa Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, akhirnya MN (20) pelaku tawuran diringkus Polsek Tambo pada Jumat (3/7/2020). MN merupakan pelaku pembacokan terhadap Ramadhan Yusrizal (24) pemuda warga Tamansari, Jakarta Barat hingga tewas dalam perjalanan rumah sakit pada (23/4/2020) lalu.

Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh mengatakan, pelaku baru tiba di Mapolsek Tambora pada Sabtu (4/7/2020) siang dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif. "Korban mengalami luka di bagian paha, punggung dan dada," kata Iver melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Iver melanjutkan, aksi tawuran ini berawal dari saling ejek dan ajakan di sosial media untuk menyerang. Kemudian, pemuda Tamansari mendatangi pemuda Tambora yang sedang nongkrong di Jalan Tambora II Kecamatan Tambora Jakarta Barat.

"Jadi pemuda Tambora ini gabungan dengan pemuda Sawahlio. Memang sudah ada persiapan mereka ini karena sebelumnya sudah saling ejek di medsos," kata dia.

Ketika pemuda Tamansari datang dengan sepeda motor, korban mengeraskan knalpot sepeda motor ke arah pada pelaku yang sedang nongkrong. Akhirnya, tawuran pun pecah di lokasi tersebut hingga akhirnya korban terjatuh dan dihajar dengan senjata tajam oleh pelaku.

"Pelaku MN mengakui perbuatannya itu. Dia mengaku melakukan perbuatan kejam itu karena tersulut emosi bahwa sebelumnya ada dari pihak lawannya yang mengeber-geber knalpot sepeda motornya sebanyak 3 kali dihadapan MN," katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Suprmin menambahkan pihaknya selama dua bulan melakukan pemburuan kepada pelaku pembacokan berinisial MN. Pelaku ternyata ada di Cilacap, Jawa Tengah.

"Pelaku dikenakan pasal 170 KUHP ayat 2 tentang kekerasan/penganiayaan berat mengakibatkan korban meninggal dunia Subsider UU Darurat No. 12 tahun 1951 lebih subsider pasal 351 ayat 3, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun penjara," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq