Buruh Demo Besar-besaran di DPR dan Kemnaker Hari Ini, Berikut Tuntutannya
JAKARTA, iNews.id - Kelompok buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada, Kamis (15/1/2026) di dua lokasi. Lokasi itu di antaranya Gedung DPR dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Presiden KSPI, Said Iqbal mengungkapkan sejumlah tutuntan yang akan disampaikan para buruh dalam demo hari ini, dimulai dari tuntutan Gubernur DKI Jakarta untuk merevisi upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026.
"KSPI dan Partai Buruh menuntut Gubernur DKI Jakarta segera merevisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi sebesar Rp5,89 juta, yang mencerminkan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Selain itu, buruh juga menuntut agar Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2026 ditetapkan minimal 5 persen di atas 100 persen KHL," kata Said Iqbal kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, Jakarta adalah kota dengan biaya hidup sangat mahal, bahkan berdasarkan berbagai riset internasional, lebih mahal dibandingkan Kuala Lumpur, Bangkok, Hanoi, Beijing, hingga St. Petersburg.
Namun ironisnya, upah minimum buruh di Jakarta justru sangat rendah, hanya sekitar Rp5,73 juta.
Menurut data Bank Dunia dan IMF, pendapatan per kapita penduduk Jakarta mencapai sekitar 21.000 dolar AS per tahun, atau setara Rp343 juta per tahun, yang berarti rata-rata Rp28 juta per bulan. Sementara itu, Survei Biaya Hidup BPS menunjukkan biaya hidup di Jakarta mencapai sekitar Rp15 juta per bulan.
"Dalam kondisi tersebut, tidak mungkin buruh dapat hidup layak dengan upah 5–7 juta rupiah. Karena itu, buruh menilai Gubernur DKI Jakarta tidak boleh terkungkung pada batas minimum PP Nomor 49 Tahun 2025, karena aturan tersebut adalah batas minimal, bukan larangan untuk mengambil terobosan politik," kata dia.
Kemudian, KSPI dan Partai Buruh meminta DPR memanggil Gubernur DKI Jakarta untuk mempertanyakan alasan mempertahankan upah murah di kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia.