Cegah Hantavirus Masuk Indonesia, Kemenkes Gercep Perkuat Skrining!
Hantavirus merupakan virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularan paling umum terjadi melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel udara.
Virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.
Outbreak di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian global karena diduga melibatkan Andes virus, salah satu strain hantavirus yang diketahui bisa menular antarmanusia dalam kontak dekat.
Meski demikian, WHO menilai risiko hantavirus menjadi pandemi global masih rendah karena penyebarannya tidak semudah COVID-19.
Kemenkes pun mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan tikus maupun area yang terkontaminasi.
Editor: Muhammad Sukardi