Cegah PHK, Said Iqbal Minta Danantara Suntik Modal ke Perusahaan yang Nyaris Bangkrut
Salah satu perusahaan yang dibahas dalam pertemuan itu adalah PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) di Mojokerto.
Menurut Said, Danantara akan mendorong bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyalurkan pinjaman modal kerja sekitar Rp400 miliar setelah dilakukan penilaian terhadap kondisi keuangan dan kelayakan usaha perusahaan.
PT Pakerin dinilai masih memiliki aset yang memadai sebagai jaminan serta prospek pasar yang baik. Jika pendanaan terealisasi, perusahaan berpotensi kembali mempekerjakan sekitar 2.700 pekerja, termasuk mantan karyawan yang sebelumnya terdampak PHK.
Selain PT Pakerin, Said juga mengusulkan agar Danantara mengkaji sejumlah perusahaan di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), seperti PT Ricky Garmen Exportindo, dan PT Meyer. Namun, bantuan hanya akan diberikan apabila hasil kajian menunjukkan perusahaan memiliki fundamental usaha yang baik dan produknya masih memiliki pasar.
Menurut Said, dukungan pembiayaan harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem industri. Tanpa adanya kepastian permintaan pasar, suntikan modal dinilai tidak akan mampu menyelesaikan persoalan industri secara berkelanjutan.
"Jangan sampai perusahaan dibantu, tetapi produknya tidak terserap pasar. Karena itu yang dilihat bukan hanya kebutuhan modal, tetapi juga kelayakan bisnisnya," pungkas Said Iqbal.
Editor: Puti Aini Yasmin