Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Kerahkan Dua Helikopter Bantu Penanganan Bencana di Sumatera
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Legenda Sniper TNI, Sisakan 1 Peluru untuk Akhiri Hidup Dibanding Ditangkap Musuh

Selasa, 06 Agustus 2024 - 04:12:00 WIB
Cerita Legenda Sniper TNI, Sisakan 1 Peluru untuk Akhiri Hidup Dibanding Ditangkap Musuh
Kisah Tatang Koswara, legenda sniper TNI. Namanya menggema saat Operasi Seroja di Timor Timur, dia berhasil menembak jatuh 41 musuh. (Foto: Ilustrasi/Antara)
Advertisement . Scroll to see content

"Lebih baik seorang sniper mati bunuh diri daripada tertangkap musuh. Dengan misi tempur one way ticket itu," kata Tatang dalam buku tersebut.

Prinsip menyediakan satu peluru untuk mengakhiri hidup tidak asing di kalangan prajurit. Beberapa pasukan asing juga menerapkan hal yang sama.

Pasukan Legiun Prancis konon menyisakan satu peluru untuk dirinya daripada menyerah lalu ditangkap musuh dan disiksa habis-habisan. Begitu pula tentara Jepang pada Perang Dunia II yang mempunyai prinsip menyisakan satu peluru atau satu granat untuk dirinya dan mati berkeping-keping bersama pasukan musuh yang mengelilinginya.

Selain senapan Winchester M-70, Tatang juga membawa beberapa perangkat saat bertempur melawan pasukan Fretilin, seperti teropong siang dan malam, senapan serbu AK-47 untuk keperluan bela diri, radio komunikasi, pakaian kamuflase hingga makanan tahan lama sebagai bekal.

Saat bertempur menghadapi gerilyawan Fretilin, Tatang ditemani Letnan Ginting, pasukan perwira dari Kopassus.

Untuk menggempur musuh, Tatang memilih tebing curam sebagai tempat persembunyian. Dia menilai tempat tersebut strategis dan kecil kemungkinan musuh berpatroli di tempat itu. 

Di lokasi persembunyian itulah Tatang melepaskan tembakan ke pasukan Fretilin. Semua tembakannya menghantam kepala musuh pada jarak 300 hingga 600 meter. 

Dia juga berhasil menembak seorang pasukan gerilyawan Fretilin yang membawa radio dari jarak 900 meter. Hebatnya, tempat persembunyian Tatang tidak terdeteksi musuh.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut