Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erdogan: Perang AS-Israel vs Iran Harus Dihentikan Sebelum Seret Timteng ke Bara Api
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara saat Pandemi, di Turki Khotbah cuma 5 Menit

Sabtu, 27 Juni 2020 - 19:33:00 WIB
Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara saat Pandemi, di Turki Khotbah cuma 5 Menit
Umat Islam melaksanakan salat Jumat di halaman masjid di Istanbul, Turki. Selama pandemi, salat dijalankan dengan protokol kesehatan. (Foto: Middle East Monitor).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebagaimana di Indonesia, umat muslim di berbagai negara terdampak Covid-19 juga mengalami pembatasan dalam beribadah, termasuk salat Jumat beribadah. Salat diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Muhammad Iqbal mengatakan, salat Jumat terakhir di Turki berlangsung pada 12 Maret 2020. Setelah itu, salat ditiadakan hingga 29 Mei 2020. Otoritas setempat kemudian mengizinkan kembali salat Jumat dengan penerapan protokol kesehatan.

Iqbal menceritakan, pelaksanaan saalat jauh berbeda dengan sebelum pandemi. Pertama, jamaah diharuskan memakai masker.

“”Kemudian setiap orang yang datang harus membawa sajadahnya masing-masing, kemudian ada penjarakan pada saat berada di masjid," ujar Iqbal saat dialog melalui ruang digital di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Dia menuturkan, pelaksanaan salat hanya diperbolehkan di halaman masjid. Namun ketentuan ini bersifat sementara mengingat saat ini sedang musim panas. Namun ketika musim dingin tiba, tidak dimungkinkan untuk salat di luar ruangan karena cuaca tidak mendukung.

"Turki nanti kan sudah mulai dingin, akhir September. Jadi, kita belum mendengar informasi mengenai prtokol salat Jumat untuk musim dingin," ucapnya.

Dubes RI untuk Turki Muhammad Iqbal. (Foto: BNPB).
Dubes RI untuk Turki Muhammad Iqbal. (Foto: BNPB).

Penerapan protokol kesehatan saat salat Jumat pun sangat ketat. khotbah Jumat maksimal lima menit. Setiap masjid yang melaksanakan salat Jumat dijaga oleh polisi yang akan menegur masyarakat yang masih berkumpul usai salat dan memberikan denda kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Iqbal, mereka yang tidak sesuai dengan protokol juga kena denda sekitar 1.200 Lira Turki atau hampir 200-an dolar Amerika Serikat.

Tak jauh berbeda dengan Turki, negara terdampak Covid-19 lain, seperti Singapura pun melakukan hal sama. Hal ini diutarakan Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Singapura Didik Eko Pujianto.

Menurut dia, salat Jumat yang sempat ditiadakan sejak Maret akibat pandemi Covid-19 akhirnya diperbolehkan kembali pada pertengahan Juni ini, tepatnya 15 Juni. Salat Jumat dilaksanakan dengan protokol sangat ketat.

Sebagai contoh, setiap orang wajib membawa sajadah masing-masing. Jika tidak membawa sajadah, disiapkan oleh masjid sajadah dalam bentuk pelastik yang bisa dibawa pulang masing-masing.

Didik menjelaskan, salat Jumat dilakukan dua kloter masing-masing kloter hanya 50 orang dan para jamaah harus mendaftar terlebih dahulu melalui internet jika ingin salat Jumat di masjid.

“Peserta harus daftar online terlebih dahulu. Bila jumlahnya 100, berarti dua kali salat Jumat. Kalau jumlahnya 70, misalnya, 50 boleh salat Jumat, yang 20 salat lohor biasa," ucapnya.

Pendaftaran melalui internet berfungsi untuk mempermudah melakukan pelacakan tiap jamaah. Menurut Didik, dalam pendaftaran online itu terdapat kode QR, dengan memasukkan nomor telepon dan KTP.

“Jika terjadi sesuatu, otoritas bisa melacak orang tersebut, termasuk berapa kali dia salat di masjid. Akan diketahui pula pada kloter berapa yang bersangkutan mengikuti salat.

Selain itu pengawasan protokol kesehatan sangat ketat karena diawasi langsung oleh polisi. Bagi yang tidak menaati protokol kesehatan akan didenda.

"Polisi berhak memberikan denda bagi yangtidak pakai masker sebesar 250 dolar Singapura. Kalau jaraknya kurang dari 1meter, diingatkan, tapi kalau masih kedua kali, langsung 250 dolar," kata Didik.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut