Denny Indrayana Ungkap 2 Masalah Pemilu, Singgung Duitokrasi dan Meng-Gibran
"Ini yang saya maksud dengan Duitokrasi, di mana daulat rakyat sudah dibajak dengan daulat uang," ujarnya.
Denny menilai persoalan tersebut menunjukkan penerapan teknologi dalam pemilu bukan satu-satunya hal yang harus menjadi perhatian. Sebab, teknologi tetap bergantung pada manusia yang menjalankan sistem tersebut.
"Itu yang pertama yang harus kita tolak. Belum kita bicara e-voting. Kenapa? Karena di balik teknologi itu tetap manusia," ucap dia.
Denny kemudian mengibaratkan pemilu seperti ginjal yang seharusnya berfungsi menyaring kandidat politik sehingga menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Namun apabila sistem pemilu bermasalah, proses tersebut justru dapat menghasilkan kandidat dengan persoalan integritas.
"Tetapi dalam gagal ginjal pemilu kita itu kemudian pemilunya instead of menghasilkan politisi-politisi yang berintegritas, kita menghadirkan calon-calon koruptor dengan berbagai eh potensi masalahnya," tutur Denny.