Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Airlangga Pamer Program Prakerja Ikut Dicontoh Thailand hingga Maroko
Advertisement . Scroll to see content

Dianggap Kontroversial, Kartu Prakerja Diusulkan Diubah untuk Modal Usaha

Selasa, 21 April 2020 - 02:25:00 WIB
Dianggap Kontroversial, Kartu Prakerja Diusulkan Diubah untuk Modal Usaha
Ilustrasi (dok Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah diminta untuk mengkaji ulang implementasi program kartu prakerja. Fasilitas pelatihan kerja dinilai kontroversial.

Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, mengatakan distribusi kebijakan tersebut sebaiknya diubah menjadi bantuan langsung untuk menekan dampak ekonomi akibat krisis corona agar tidak semakin meluas.

“Menurut saya, program kartu prakerja diubah saja jadi bantuan langsung usaha atau padat karya. Jadi belajarnya langsung dengan usaha mandiri, bukan sekadar kursus online. Saat ini mereka lebih butuh dana untuk menggerakkan, create ekonomi, untuk menghidupkan usaha rakyat,” kata Deddy, Senin (20/4/2020).

Menurut Deddy, masyarakat akan mendapat manfaat lebih besar jika menerima anggaran langsung setelah mendaftar dan terverifikasi sebagai pendaftar Kartu Prakerja. Dan jika itu terjadi, masyarakat bisa segera memanfaatkan bantuan dari program senilai Rp20 triliun tersebut untuk memulai usaha padat karya dan menggeliatkan perekonomian.

Politikus PDI Perjuangan ini khawatir, manfaat program Kartu Prakerja tidak efektif karena pendaftar harus mengikuti pelatihan berbayar atau kursus online bertarif jutaan rupiah. Di tambah lagi, program yang ditawarkan dalam pelatihan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan daam kondisi pandemi seperti saat ini.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut