Diisukan Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo, Bahlil: Saya Juga Disadap!
Di balik tudingan itu, pria yang menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu turut mencium adanya upaya pihak luar yang gerah melihat elektabilitas partainya yang kini melesat ke posisi dua digit usai pemilu.
"Hati-hati kita Partai Golkar. Kita Partai Golkar ini sekarang lagi pada on the track-nya bagus. Konsolidasi kita bagus. Hasil survei sekarang biasanya pemilu baru selesai 2 tahun di 7-8 persen, sekarang double digit, di angka 10,5 sampai dengan 13 persen. Mereka sedang menguji kekompakan kita," ucapnya.
Dia kemudian meminta jajaran kepolisian untuk membongkar tuntas pihak-pihak di balik isu rapat siluman para jenderal agar fitnah yang beredar di ranah maya tidak terus bergulir di ruang publik.
"Saya meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepada Polri, ini untuk mengusut tuntas. Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja! Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu," tuturnya.
Sebagai informasi, penyelidikan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merebak setelah terungkapnya penyalahgunaan perangkat LIMS di tubuh Korps Bhayangkara pada periode 2025–2026.