Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo Ditolak Jenguk 3 Petinggi KAMI di Bareskrim

Muhamad Rizky · Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:57:00 WIB
 Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo Ditolak Jenguk 3 Petinggi KAMI di Bareskrim
Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin saat Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri menolak rencana Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo yang ingin menjenguk tiga rekannya yang ditahan di Rutan. Kunjungan itu dilakukan Din dan Gatot usai rencana bertemu Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis urung terlaksana.

Kapolri diketahui tidak berada di Mabes Polri hari ini. Kedua tokoh tersebut pun menjenguk beberapa rekannya yang ditangkap polisi terkait aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di beberapa daerah.

"Ya gini, kita kan bertamu meminta izin untuk menengok. Kami presidium, eksekutif dan lain-lain. Kami menunggu sampai ada jawaban ya terima kasih enggak ada masalah," kata Gatot di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Gatot tidak mempersoalkan penolakan Polri untuk menjenguk rekannya tersebut. Mengenai alasan Polri menolak, dia mengaku tidak mengetahui.

"Enggak tahu, ya pokoknya enggak dapat izin, ya enggak masalah," ucapnya.

Seperti diketahui, polisi menahan tiga petinggi Komite Eksekutif KAMI. Ketiganya yakni Syahganda Nainggolan, Anton Permana dan Jumhur Hidayat.

"Sudah ditahan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Ketiga petinggi KAMI itu ditangkap di lokasi berbeda. Anton Permana ditangkap di wilayah Rawamangun, Jakarta pada Senin 12 Oktober 2020.

Kemudian, Syahganda Nainggolan ditangkap keesokan harinya di wilayah Depok, pukul 04.00 WIB subuh. Lalu Jumhur Hidayat diciduk di kawasan Jakarta Selatan.

Selain ketiga petinggi KAMI itu, Polri juga meringkus lima anggota KAMI lainnya dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2014 Tentang ITE dan atau pasal 160 KUHP tentang Penghasutan


Editor : Djibril Muhammad