Dirgahayu ke-47 Pasukan Gegana, Sejarah Terbentuknya Berawal dari Teror di Polda Metro Jaya
Pada tahun 1985 terjadi peralihan kedudukan Detasemen Gegana Metro Jaya ke Momapta Polri atau yang sekarang dikenal Korps Brimob Polri. Peralihan tersebut berdasarkan SKep Kapolri No.Pol: Skep/104/III/1985. Kemudian pada masa pimpinan Letkol Pol SY Wenas di tahun 1988, Markas Komando Gegana dipindah ke Kelapa Dua hingga saat ini.
Pasukan Gegana Korps Brimob Polri telah menunjukkan kemampuannya yang membanggakan sejak dibentuk hingga saat ini. Gegana mampu menangani dengan baik berbagai teror yang terjadi di Indonesia baik menggunakan senjata api, bom maupun bahan kimia lainnya.
Personel Gegana yang dilengkapi dengan kemampuan dan peralatan yang mumpuni dapat menganalisis setiap perkembangan jenis teror, terutama yang menggunakan bahan peledak. Namun, personel Gegana dituntut terus meningkatkan kemampuannya karena perkembangan ancaman kejahatan seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi menjadi tantangan dan tugas berat pasukan Gegana.
Pasukan Gegana Korbrimob merupakan unsur pelaksana utama yang berada di bawah Dankorbrimob Polri. Danpas Gegana bertugas membina, mengawasi dan mengendalikan satuan-satuan dalam lingkungan pasukan Gegana serta meningkatkan kemampuan personel dan mengerahkan kekuatan satuan atas perintah Dankorbrimob Polri.
Dalam pelaksanaan tugasnya, pasukan Gegana menyelenggarakan sejumlah fungsi, di antaranya penindak gangguan kamtibmas berkadar dan berintensitas tinggi khususnya kejahatan terorganisasi yang menggunakan senjata api, bom, bahan kimia, biologi, radio aktif dan perlawanan teror. Kemudian, pemberian bantuan teknis fungsi Gegana pada kegiatan yang berskala nasional maupun internasional.